Jevin tidak tahu apa yang terjadi di apartemen Rebbeca setelah dia tinggalkan, yang bisa dia pastikan—siapa pun wanita yang tiba-tiba masuk dan melotot kepadanya sangat tidak suka kehadirannya. Mungkin wanita itu akan habis-habisan memaki Rebbeca. Penampilannya saat ditemukan memudahkan orang menebak apa yang baru saja terjadi. Sementara status Rebbeca, dan ketidaktahuan orang pada situasi rumit hidup Rebbeca—bisa menjadikan perbuatan mereka bahan makian. Jevin menarik napas panjang. Perbuatannya memang pantas dimaki, tidur dengan wanita yang sudah menikah. Tetapi... di mata Jevin, Rebbeca bukan wanita menikah. Ah, seandainya Rebbeca memang wanita bebas. Tanpa izin ingatannya mengenang perjalanan Jakarta-Puncak. Cara Rebbeca memeluknya. Menjadikan dia sebagai sandaran. Hening. Jevin ber

