17

1496 Words

Rebbeca termangu di depan kaca kamar mandi, sudah lima belas menit berlalu sejak dia masuk ke sini—entah apa Jevin masih, atau sudah kembali ke unit apartemen milik pria itu. Air yang Rebbeca biarkan mengalir membuatnya tidak peka pada suara di depan sana. Dia terlalu fokus pada pantulan dirinya dan banyak pertanyaan yang hilir mudik di benaknya. Apa yang telah dia lakukan? Kenapa dia membiarkan semua ini terjadi? Sekarang, dia tidak ada bedanya sama Martin. Sama-sama mengkhianati pernikahan dan anak-anak mereka.             Anak-anak? Dia selalu merendahkan Martin, tidak pantas menjadi panutan ketiga anak mereka. Kini, dia pun tidak pantas. Rebbeca membasuh wajah secara berulang, dia kembali memandang pantulan dirinya yang nampak menyedihkan. Kemarin dia gagal sebagai istri, sekarang dia

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD