Reifan mendadak hilang dari radarnya. Itu berlangsung sekitar tiga hari. Hari keempat, Shilla memutuskan untuk pergi ke kampusnya. Tentu saja begitu hari kuliahnya gak begitu padat. Makanya, usai zuhur, ia langsung meninggalkan kampus. Walau bingung juga sih di mana ia mencari Reifan. Kampus? Ia tak paham kampus Reifan. Yang ia tahu, cowok itu sering nongkrong di warung itu. Menginap di kontrakan temannya. Kadang tinggal di ruang BEM yang entah di mana lokasinya pun ia gak tahu. Ia sadar kalau ia buta soal Reifan. Padahal mereka sudah kuliah memasuki tahun kedua kan? Karena yang paling ia tahu adalah warung itu, akhirnya ia mampir ke sana. Tapi tak ada Reifan. Motornya pun tak kelihatan. Ia sudah meminta tolong Alan sih. Namun Alan juga gak bisa menghubugi Reifan. Nomornya masih gak aktif

