Marah dan Kecewa

2512 Words

"Gak apa-apa kok. Bisa sendiri." Ia sudah baik-baik saja. Walau bingung sih. Bajunya kan bau semua. Sudah dibungkus dan diurus sama pihak rumah sakit juga. Gak lama ya memang datang umminya. Ya kaget lah. Malah masuk rumah sakit begini. Untung ada yang menolong. "Makasih ya, nak Aliando." Lelaki itu mengangguk dengan senyuman tipis. Diantar pula hingga ke mobil. Mobil Shilla nanti bisa lah diambil anak buah abinya. Kuncinya juga sudah diambil kok bersamaan dengan umminya ke sini. Ia tadi sempat mengobrol dengan Aliando. Cowok itu kakak tingkat. Mahasiswa Kedokteran Trisakti satu tahun di atasnya. Yeah tahun ketiga kuliah. Hanya mengobrol sedikit dan ya sudah. Gak ada lagi yang dibahas. Setidaknya ada yang menolongnya dengan begitu baik. Ia masih selamat. Reifan? Ah ya. Ia baru tering

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD