"Gue marah, Liese! Dia udah janji ke gue buat gak gituan lagi, tapi lihat deh." Maksudnya bukti ada di depan mata. Tersebar hingga satu sekolah tahu. Ia gak tahu hukuman apa yang menanti Reifan. Memang belum ada yang tahu. Ya kecuali teman-teman Reifan yang baru tahu semalam ketika Reifan datang. Mereka jelas terkejut. Gak ada pertanda apapun tahu-tahu Reifan keluar. Ia tentu saja bercerita soal Daniel. Karena itu cowok memang biang keroknya. "Gue udah gak bisa diam lagi." Ia kehabisan kesabaran menghadapi Daniel. Bayangkan. Ini sudah kali kedua terjadi padanya. Dengan bodohnya, ia mengalami hal yang sama sebanyak dua kali. "Terus gak lo angkat telepon Reifan?" Ia tak tahu harus bercerita pada siapa. Menurutnya, Liese masih jauh lebih netral dibandingkan Rahma dan Intan yang sepakat

