Marah!

1283 Words

Reifan sadar disiang hari. Bertepatan dengan bel pulang sekolah berbunyi. Dokter segera dipanggil untuk memeriksakan kondisinya. Apakah ada yang membahayakannya lagi? Tidak. Tapi ia perlu dirawat agak lama untuk benar-benar pulih. Dokter berbicara dengan asisten papanya. Ia hampir mati kan? Dan kini bisa selamat. Ya bukan kali pertama juga bagi Reifan untuk keluar-masuk rumah sakit sih. Waktu SMP juga pernah hampir mati gara-gara balap motor kan? Setelah itu ya sekarang. Jadi ini memang kedua kalinya. Jadi begitu sadar pun, Reifan tak terkejut amat. Ia hanya bingung. Apa yang terjadi? Karena benar-benar tak menyadari apa yang sedang terjadi. Ia tak begitu ingat. Malammya ketika mencoba mengingat, ia baru ingat soal Daniel itu. Ya hanya soal Daniel. Tak lama ya papanya datang. Tentu untu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD