Waspada!

1122 Words

"Gak aku anter ke rumah aja?" Ia menggeleng. Kondisi di rumah sedang tegang. Kalau Reifan terlihat, ia bisa habis dimarahi. "Di sini aja." "Yakin kuat jalan?" Shilla tampak benar-benar sakit kali ini. Ia mengangguk pelan. "Ya sudah. Aku lihatin ya?" Ia mengangguk lagi. Dilihatnya Shilla yang berjalan lunglai menuju rumah. Ya urusan mereka memang bisa dibilang dianggap selesai. Shilla masih mau memaafkan. Namanya juga sayang. Putus belum sanggup. Menerima dengan bodoh? Mungkin Rahma yang akan bilang begitu. Tapi Rahma juga bisa paham kalau sedang jatuh cinta begini ya susah. Reifan menghela nafas. Ia tentu senang karena hubungan mereka masih bertahan. Walau tentu tak mudah ke depannya. Begitu Shilla menghilang dari balik gerbang rumah, ia segera pergi dari sana. Reifan masih belum

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD