"Minggir! Atau gue tabrak nih?!" Yang namanya Adrian tentu tak akan mau mengalah lah. Enak saja. Ia susah payah menjaga keluarganya. "Tabrak aja!" Reifan malah menantang. Ia yakin kalau Adrian tak akan berani. "Oke!" Adrian sih jangan ditantang. Yang gugup hibgga jantungnya mau meledak itu ya Shilla. Ya lah. Gimana gak gila? "Rei, minggir!" Itu suara Shilla. Serak sih. Ya lah. Lihat saja, ia sampai mengenakan sweater hari ini. Saking merasa dinginnya. Ia memamg agak sakit. Matanya juga sakit. Kan menangis terus. Baru kali ini sih, ia jadi lemah begini. Reifan yang mendengar suara parau begitu jadi menurut. Patuh. Ia sadar kalau Shilla sedang sakit. Akhirnya ya menyingkir lah. Meski ia pepet terus pas di belakang Shilla. Adrian berdecih. Sesekali melihat Reifan dari kaca spionnya

