18. Membuka hati [ Panji-Kania ]

969 Words

*** Gisel dan Aldo duduk berhadapan dengan Panji dan juga Kania, mereka berempat ada di sebuah Kafe yang sudah disewa khusus oleh Aldo. "Maaf mas Aldo dan mbak Gisel, saya kesini mau meluruskan kesalah pahaman yang terjadi di antara kita semua," ucap Panji, dia membenarkan posisi duduknya. Kemudian menatap Gisel. "Rekaman yang sebelumnya dibawa mas Aldo memang benar mbak, saya Panji. Ayah dari anak yang sedang di kandung Kania." "Maaf, Sel. Gara-gara aku, kalian jadi berantem. Aku emang gak tau diri banget, kamu berhak marah sama aku. Kamu boleh benci aku Sel," ucap Kania. Dia tidak menatap ke arah siapapun, tatapannya tertuju pada lantai di bawahnya. Dia menangis. Gisel yang tidak tega melihatnya langsung berpindah duduk di sebalah Kania, dia mengusap bahu Kania pelan. "Aku udah maa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD