Aldo mengambil nafas dalam-dalam sebelum mengetuk pintu di depannya. Jantungnya berdetak tak karuan, dia sedikit gerogi saat bertemu dengan Gisel. Tok tok tok! "Sebentar," sahutan dari dalam rumah. Tak lama kemudian pintu di buka, menampakkan Gisel dengan daster rumahan. "Hai," Aldo menyapanya dengan canggung. "Apa kabar?" "Em... baik," Keduanya diam beberapa saat, Aldo sendiri bingung harus memulai pembicaraan dari mana. Dia terpaku pada Gisel yang terlihat semakin cantik, aura keibuannya sangat jelas. "Kak Aldo dateng ke rumah cuma mau diem aja?" "Ha? Eh itu," Aldo menggaruk pelipisnya yang tak gatal. Pikirannya mendadak blank. "Masuk dulu," ucap Gisel. Dia berjalan lebih dulu ke ruang tamu kemudian diikuti Aldo. "Mau minum apa?" "Nanti aja, aku gak tega liat kamu jalan terus,"

