16. Bertemu Panji

995 Words

Kania menatap sekelilingnya, rumah kontrakan Panji tidak terlalu besar, hanya ada satu kamar tidur, satu kamar mandi, dan ruang tamu yang menyatu dengan dapur dan ruang makan. "Kamu duduk dulu, aku kupasin buahnya dulu," ucap Panji. "Emang tau aku mau makan yang mana dulu?" Tanya Kania. Dan Panji otomotasi menggeleng. "Aku mau mangga," "Tunggu bentar yaa," Sambil menunggu Panji yang mengupas buah untuknya, Kania membuka isi dompetnya. Uangnya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhannya selama seminggu, jalan satu-satunya adalah meyakinkan Aldo jika anak yang dikandungnya adalah anak kandung Aldo. Kania menatap Panji yang berjalan ke arahnya dengan sepiring mangga yang sudah dipotong-potong. "Dihabisin ya," Tanpa menjawab Kania dengan senang hati menerima sepiring mangga itu. Panji me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD