15. Harapan (2)

1012 Words

Pagi ini Aldo sudah diizinkan pulang oleh dokter, kondisinya sudah jauh lebih baik dari sebelumnya. Hanya menyisakan luka memar di bagian tangan dan jahitan di pelipisnya. "Mama udah kasih tau Gisel kalau hari ini aku udah boleh pulang?" tanya Aldo. Vania yang sedang mengemas barang-barang Aldo menghentikan kegiatannya, dia menatap putranya yang duduk di tepi ranjang. "Mama udah telpon Gisel tadi." "Terus dia jawab apa?" "Gak bilang apa-apa, dia cuma bilang alhamdulillah kalau kamu udah boleh pulang," jawab Vania, dia kembali mengemas barang-barang Aldo. "Gisel bilang itu aja? Dia gak mau kesini?" "Do, biarlah Gisel tenang dulu. Udah syukur kemarin dia mau kesini. Kalau mama yang jadi Gisel, udah bodoamat sama kamu, mama biarin aja. Buat apa kasihan sama laki-laki yang udah nyakitin

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD