14. Harapan

948 Words

Setelah perbincangan mereka tadi, Aldo menjadi semakin lengket dengan Gisel. Dia seperti enggan berjauhan dengan Gisel barang semenit saja. Gisel menatap jengah ke arah tangannya yang terus digenggam Aldo, rasanya sangat aneh saat Aldo menjadi semanja ini dengannya. "Kak Aldo gak bosen pegang tangan aku terus?" Aldo menatap tangannya dan Gisel yang saling berrautan, kemudian menggeleng, bahkan genggaman tangannya semakin kuat. "Tangan aku pegel digandeng terus kayak gini," ucap Gisel. Aldo menatapnya memelas, "Kalau aku lepas, aku takut nanti kamu bakalan pergi." "Kak Aldo tuh kenapa sih sebenernya? Waktu kecelakaan kemaren kepalanya kepentok apa sampe bisa berubah 180 derajat kayak gini." Mendengar perkataan Gisel, perlahan Aldo menjauhkan tangannya. Dia berbalik memunggungi Gisel.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD