13. Maaf

886 Words

Gisel duduk diam di dalam kamarnya, sesekali dia mengusap air mata yang mengalir membasahi pipinya. Dia menatap foto pernikahannya dengan Aldo, belum genap setahun usia pernikahan mereka, tapi semuanya akan segera berakhir. Dia sadar, semua yang terjadi ini karena salahnya. Salahnya yang terlalu terobesei dengan Aldo, hingga membuatnya berani bertindak nekat. "Sel," panggil Bayu. Gisel menatap kakaknya dengan mata yang memerah, dia lelah menangis. "Maafin aku, seandainya aja aku gak bertindak nekat waktu itu, semuanya gak akan kayak gini," ucap Gisel dengan lirih. Bayu mengusap bahu adiknya yang bergetar, dia membawa Gisel masuk ke dalam pelukannya. "Kakak udah denger semuanya dari mama, kamu jangan nyalahin diri kamu terus. Semua yang terjadi gak sepenuhnya gara-gara kamu," ucap Bay

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD