12. Kehilangan

843 Words

"Arghh." Aldo mengacak seluruh isi kamarnya, dia marah dan kecewa dengan keadaan. Ini semua salahnya, salahnya yang tidak mengakui perasaannya dengan jujur. Akibatnya seperti sekarang, dia harus kehilangan Gisel sekaligus calon anak-anaknya. Dia menatap foto Gisel yang memamerkan hasil usg-nya beberapa waktu lalu, hatinya seakan teriris-iris menatap senyum Gisel. "Kenapa kamu pergi sih Sel, padahal aku udah ada niat kasih tau kamu yang sebenarnya. Kenapa kamu nyerah gitu aja?" Aldo menuduk menatap lantai, dia tidak peduli dengan air mata yang mengalir. "Do," Vania duduk disebelah Aldo, dia mengusap bahu putranya yang terlihat begitu rapuh saat ini. "Jangan kayak gini, kalau kamu beneran sayang sama Gisel, kejar dia. Kamu harus buktiin sama Gisel dan keluarganya kalau kamu benar-bena

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD