"Kak Aldo gak sarapan?" Tanya Gisel saat melihat Aldo yang sudah rapi dengan setelan kerjanya. Aldo menatap malas ke arah meja makan, seminggu ini Aldo hanya makan itu-itu saja, membuatnya malas untuk sarapan di rumah. "Aku sarapan di kantor aja, udah siang." Gisel menghela nafas pelan, Aldo sudah kembali ke sifat dinginnya. Dia duduk menatap dua piring nasi goreng dengan telur mata sapi di hadapannya. "Kita makan ya sayang, gak papa. Hari ini kita gak sarapan bareng ayah dulu, ayah udah kesiangan, nanti kalau makan bareng kita ayah jadi telat ke kantornya." Hanya dalam tiga kali suapan, Gisel sudah engan untuk menyantap hidangan dihadapannya. Perutnya terasa mual, dan ini sudah menjadi kebiasaannya dalam waktu dua bulan terakhir. Aldo pun sudah tidak pernah membantunya ketika Gisel m

