Perjalanan menuju kota bekas jajahan itu memang tidak mudah, tetapi itu lebih berlaku bagi mereka yang datang beramai-ramai. Semakin sedikit timnya, maka semakin mudah. Apalagi jika ‘tim’ ini terbentuk atas seorang Patron dan seorang profesor berwajah kolonial. Siapa pun yang melihat Dana pasti akan mengira dirinya adalah milik sang ilmuwan. Tak masalah. Dana rela menanggung identitas palsu itu sejenak selama mempermudah perjalanannya bersama sang ilmuwan menuju kota bekas jajahan. Awalnya Dana berniat menunggu di Kamp Sektor, tetapi setelah mendapat kabar dari Rohan bahwa ada kekacauan yang menyebabkan tim Lanya harus pergi ke sebuah kota bekas jajahan, Dana berpikir untuk menyusul mereka. Lagipula lebih aman untuk membawa sang ilmuwan jauh-jauh dari Kamp Sektor. Malah, lebih baik tida

