Setiap langkah yang dilalui, dan seiring dengan semakin mendekatnya Lanya ke arah pagar kawat pembatas kota, semakin kuatlah dentum jantung di dalam dadanya. Alih-alih ketakutan seperti dahulu, ia justru merasakan letupan-letupan semangat janggal yang tak bisa diterjemahkan. Sungguh, bagaimana bisa dia merasa bersemangat untuk menelusup ke kota bekas jajahan? San sepertinya sadar, karena dia menepuk pundak tuannya dengan bangga. “Itu dia,” gumamnya. “Kau nampaknya sangat bersemangat untuk menendang punggung David hingga tersungkur, ya?” Lanya terkekeh pelan. Brian mengerling selepas mendengar obrolan kecil itu, lantas mengibaskan tangan kepada San. Sesuai rencana utama, mereka akan mencari bukaan paksa yang pernah dijebol oleh Andre dan kawan-kawan saat datang kemari, beberapa saat lalu.

