"Jangan ngebut Aji!" "Aduh! Hobi banget sih mukul kepala gue!" ringis Aji saat Adara memukul kepalanya. Hari minggu, mereka sama-sama tidak memiliki aktivitas, memutuskan pergi ke mall, sekedar menonton atau menikmati makanan. Delapan bulan lalu, Aji pada akhirnya mengungkapkan perasaan pada Adara. Jelas gadis itu terkejut. Selama ini tidak pernah ada dalam bayangannya sahabatnya Aji, jatuh Cinta pada dirinya. Adara dengan tegas saat itu menolak Aji. Butuh waktu satu bulan bagi mereka kembali pada keadaan semula, karena rasa canggung yang melanda mereka. "Gimana magang lo?" Adara membuka pembicaraan saat mereka berjalan menelusuri mall. "Gitu aja," jawab Aji. "Ribet juga awalnya karena anak magang jadi sering disuruh-suruh senior disana," Adara mengangguk mengerti. "Gue juga

