Aksa berdecak kesal ketika melihat Adara pergi meninggalkannya bersama Lusy, perempuan tercerewet yang pernah ia temui. Sebenarnya dia muak berada di posisi seolah-olah dia adalah pendengar yang baik, namun melihat raut wajah terluka Adara, Aksa merasa ada perasaan senang menggerogotinya. Dan dengan itulah Aksa berpura-pura sibuk mengobrol dengan Lusy. Dan detik pertama Adara tidak ada lagi disana, Aksa kesal. Dia, dengan wajah ramahnya tersenyum pada Lusy dan mengatakan bahwa dia harus perti mencari pacarnya. Jelas, Lusy tampak kesal dengan itu. Cewek itu pasti merasa saat Aksa mengabaikan pacarnya, pertanda bahwa laki-laki itu sebenernya tak begitu menyukai Adara. "Nggak bisa disini dulu, Sa? Biarin aka cewek lo pergi sendiri," dumel Lusy ketua Aksa bangkit dari bangkunya. Aksa

