dah lebih dari tiga puluh menit, Aksa menatap kosong halaman besar dibawahnya lewat jendela kamar Dari lantai dua, Aksa bisa melihat semuanya dari posisi ini. Aksa menyipitkan mata tajamnya, lalu tersenyum lebar saat sebuah mobil masuk melewati gerbang dan senyumnya tambah lebar melihat sosok gadis yang beberapa hari ini membuatnya gila, keluar dari mobil itu. Aksa melirik meja di dekatnya, lalu tatapannya jatuh pada benda-benda kecil yang menguarkan bau busuk.Laki-laki itu ingin menyambut Adara, dengan langkah besar cowok itu keluar dari kamarnya. "Buang semua yang ada di meja itu!" perintah Aksa pada seseorang pelayan. Pelayan itu tampak tidak menyetujui perintah sang tuan, namun saat Aksa menyorotinya sadis, pelayan itu mengangguk takut. Adara hanya bisa diam saat para pria berj

