18. Sebuah mimpi buruk

576 Words

Adara terpaku ditempat. Dalam jarak ini, ia dapat melihat senyum aneh dari raut laki-laki itu. Senyum penuh kekosongan, keputus asaan dan kebencian. Jantungnya berpacu cepat. Otak Adara memerintah dan selanjutnya ia berlari kearah pintu. Menarik kenop pintu dan mendobrak kayu itu keras. Ia tau usahanya akan berakhir sia-sia, namun rasa cemas mengalahkan pikiran logisnya. Ia ingin pergi dari tempat ini. Aksa dengan perlahan menjatuhkan kakiknya, bergerak penuh dramatis kearah Adara yang sudah pucat pasi dengan usahanya yang masih membuka pintu. "A-aksa... Kamu bukan Aksa," suara gadis itu begetar seiring sosok laki-laki itu mendekat. Aksa tetap menampilkan senyumnya. Adara menangis tanpa sadar. Ia menghindar saat Aksa hendak menyentuh pipinya. Ada kemarahan yang ketara diwajah itu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD