Nafas Adara terengah-engah setelah beberapa detik lalu akhirnya ia bisa mengungkapkan perasaannya. Dia sama sekali tidak berencana, namun hal itu terjadi diluar kendalinya. Aksa yang masih diam diposisi, menampakkan punggung kekarnya. Adara sama sekali tidak tau bagaimana ekspresi cowok itu setelah mendengar pertanyaan cintanya. Hening masih mengisi diantara mereka. Hal itu membuat Adara menghela nafas. Pasti Aksa setelah ini akan menjauhinya karena perkataan bodoh yang keluar dari bibirnya. "Maaf, Sa, kalau kamu---," cewek itu terkejut saat tiba-tiba saja pintu lab berdebum kuat. Adara masih tak sadar saat tubuhnya di dorong kuat ke dinding tubuh besar didepnnya menghimpit tubuh mungilnya. Dan yang paling membuat Adara terkejut adalah benda basah yang menempel di bibirnya. Aksa

