Aji menaikkan alisnya saat melihat Adara duduk dengan tenang di sofa ruang tamu rumahnya. Perempuan itu tampak sedang senang melihat senyum yang terkembang dibibirnya dan saat matanya menemukan Aji, senyum Adara makin lebar. "Lah? Kenapa lo? Seneng lo liat gue udah capek jemput lo, elonya udah pulang duluan?" sindir Aji, ikut duduk disamping Adara. "Sorry, Ji, tadi ada urusan," Adara cengengesan. "Urusan itu sampai buat lo senyum-senyum gini?" Aji menunduk membuka sepatunya. "Ini ada hubungannya sama Aksa? Udah baikan?" Adara menggigit bibir bawahnya. Merasa ragu akan sesuatu. "Ya... Kita udah baikkan dan...," Aji duduk tegap kembali menatap Adara. "Dan?" keningnya berkerut. Adara tersenyum lagi, membuat Aji yakin ada sesuatu yang lain dari cewek itu hari ini. "Berkat kata-kata

