Sebulan telah berlalu. Sarah masih berusaha menemui Nathan tapi Nathan selalu menghindar. Butik dan kantor miliknya juga masih belum buka tapi ia dengan penuh tanggung jawab masih memberikan gaji pada pegawainya. Setidaknya uang direkeningnya masih lebih dari cukup untuk menutupi anggaran butik yang sedang mandek. Dalam sebulan ini, Sarah hanya berada di rumah sambil mengerjakan proyek gambar kecil-kecilan yang diperkenalkan oleh temannya yang berada di London. Hasilnya juga tidak terlalu mengecewakan karena gambar Sarah cukup banyak peminatnya di dunia digital. Sesekali Rina menelepon Sarah untuk menanyakan haruskah mereka melapor ke pihak berwajib atau tidak. Tapi dengan rendah hati Sarah menolaknya karena merasa semua ini masih bisa dibicarakan baik-baik. Mungkin hanya masalah waktu sa

