47

1090 Words

Asap membuat mata Alfred terserang pedih. Berkali-kali dia mengucek mata, mencoba mengenyahkan rasa gatal bercampur perih. Dia tidak lagi menggenakan ketopong. Pelindung kepala itu telah teronggok di suatu tempat, Alfred tidak yakin benar perihal keberadaan benda tersebut, dikarenakan serangan miasma dan tentakel Sunamu. Sekarang Alfred tengah berjibaku dengan maut. Sekalipun kesatria dari pasukan pertama dan Menteri Pertahanan berusaha melindungi Alfred dari serangan Nazraq sekaligus kesatria yang tercemar pengaruh Sunamu, musuh masih sanggup mencari celah; terus menyerang, mencoba menyakiti Alfred, lalu terpojok oleh serangan balasan. Alfred menebas seekor Nazraq berwarna kelabu yang hendak menerkam lengan. Makhluk itu terkapar di tanah, berdeguk, kemudian mati. Belum usai Alfred menum

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD