48

1193 Words

“Hanya karena kau berhasil membunuh salah satu pemburu, maka kau pun congkak dan mengira sanggup melawanku.” Oberon, pada akhirnya, bersuara. Nada suara miliknya tidak seperti pria dari bangsa mana pun. Terdengar berkuasa sekalgus sarat akan pengalaman purba terkait perkara hidup dan mati. “Kau memang tidak belajar dari pengalamanmu, Putra Kegelapan.” Alih-alih ciut, Raul justru menampilkan seringai menantang. “Kau juga berasal dari zat yang sama denganku,” katanya mencemooh petuah Oberon. “Tidak pantas rasanya menghina kekerabatan di antara leluhur kita.” “Dalam dirimu telah terlahir jiwa milik manusia, maka seharusnya engkau bertindak selembut makhluk yang memiliki usia terbatas. Tidakkah binatang buas dalam dirimu telah mengenal kasih sayang dan cinta dalam rentang waktu sebagai manus

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD