Apakah dia akan menangis? Pertanyaan itu, simpati bercampur sejumput keingintahuan, membuat Arhain merasa tergelitik. Dalam artian baik, tentunya. Semua lelaki pasti tidak nyaman menyaksikan perpisahan dua sahabat, sekalipun persahabatan antara manusia dan iblis sekelas Nazraq, perpisahan tetaplah menyakitkan—seperti apa pun wujudnya. Walaupun di mata Arhain, Ophelia “kemungkinan besar” tidak mempermasalahkan ras Sauer, kekhawatiran perihal kesedihan melanda tetap membuat dia mencemaskan putri Armel. Perpisahan. Arhain amat mengerti betapa pahit rasa perpisahan. Jikalau ada orang yang bersimpati sekaligus merasa sakit setiap kali menyaksikan perpisahan, maka tidak lain Arhain-lah orangnya. Sampai kapan pun dia tidak menyukai sensai yang melekat dalam kata “perpisahan”. Selama ini, sepanj

