Dahulu kala seorang kesatria jatuh hati kepada sekuntum mawar. Bukan sembarang mawar sebab saat purnama tiba dan terangnya menyirami setiap bagian mawar, maka bunga tersebut akan menjelma sesosok wanita berparas rupawan. Kesatria tersebut bermaksud mempersunting sekuntum mawar, berjanji bahwa bila bunga tersebut bersedia menerima pinangan sang kesatria, maka ia akan menjadi wanita paling bahagia sebab kesatria bersumpah atas nama cinta dan seluruh dewa serta dewi. Akan tetapi, kesatria itu tidak menyadari bahwa sang mawar hanya bisa hidup di hutan suci. Lantas ketika sang mawar berkata, “Pergi, aku tidak ingin disentuh olehmu.” Di purnama berikutnya, kesatria kembali menemui mawar dan berkata, “Cintaku, terimalah permata dan kalung mutiara. Keduanya aku pesankan khusus untukmu, yang t

