Mendengar nama Tasya membuat Rama terdiam dan berpikir keras. Ia menerka-nerka apa motif sang sepupu ingin melukai Kiana. "Aneh, kenapa semua bukti tertuju kepada Tasya? Apa alasannya ingin melukai Kiana? Bukankah Tasya tidak pernah memiliki masalah apapun dengan Kiana?" gumam Rama yang saat ini berdiri di bawah guyuran air shower. Kiana yang sudah lebih dulu keluar dari kamar mandi kini sudah tampil cantik dengan pakaian santainya. Ia pun berjalan menuju kamar. Ia mengernyitkan dahi kala tak melihat sosok sang suami di sana. "Tumben lama banget," gumam Kiana sembari berjalan menuju pintu kamar mandi. Tok tok tok Suara ketukan pintu kamar mandi membuat lamunan Rama buyar. Rama segera mematikan air dan meraih handuk yang kemudian ia lilitkan pada pinggangnya. "Mas, kamu lagi ngapain s

