Mata elang itu melirik tajam ke sisi kiri, diiringi dengan sebuah senyuman sini. Ia segera bangkit dari tempat duduknya membawa sebuah map berwarna merah berjalan menuju ruang CEO. Tok tok tok Tangan kekarnya terulur mengetuk pintu ruangan sang Bos yang ia anggap penyelamat hidupnya selama ini. “Masuk!” Hans melangkahkan kaki cepat begitu memperoleh lampu hijau dari sang empunya. Ia memasang sebuah senyuman tipis lalu menyapa sang Boss dengan ramah. “Selmat sore, Tuan,” ucap Hans menatap lurus kedepan. Rama mendongakkan kepalanya, ia tersenyum lalu mempersilahkan Hans untuk duduk. “Hans, duduklah.” Jemari tangan Rama dengan lihai mematikan layar laptop dan menutupnya. Pandangan Rama kini beralih menghadap Hans yang saat ini duduk tepat di depannya. Ia mengerutkan dahinya ketika

