Prolog
Tujuh orang pemuda serta sembilan orang gadis tengah berkumpul di sebuah apartemen yang diketahui milik Alex, salah seorang pria yang ada disana.
"Ekhem, jadi gimana dengan rencana kita kemarin?" tanya Alex membuat atensi semua orang yang tadinya tengah sibuk bermain handphone , kini menatapnya.
"Hah?" Kini Wendy yang bersuara.
"Jadi gimana rencana liburan kita?" Lagi, Alex mengulang pertanyaannya.
Ke-lima belas orang yang ada disana hanya ber 'oh' ria.Alex menatap kesal teman-temannya itu.
"Kalo aku sih jadi, nggak tau yang lain,"ujar pria bernama Dirga.
"Yah sebenernya kita bersembilan jadi, cuma kalian bener kan udah nyiapin tempat tinggalnya?" Kini Alana yang berucap.
"Aku udah sewa villa disana kok, pemandangannya bagus and kita bisa lihat pantainya dari kamar masing-masing. Nggak akan kecewa pokoknya. Dan kuharap semuanya ikut." ujar Azril.
"Perginya kapan?" Kini Lisa yang bertanya.
"Astagfirullah Lisa, kamu kemana aja sih? Kan kemarin udah dibilangin perginya besok pagi. Jangan-jangan bahkan kamu belum bilang ortu kamu yah?!" ucapan Audy membuat Lisa cengengesan.
Plakk
Cindy yang ada disamping Lisa memukul belakang kepala Lisa pelan.
"Masih muda udah pikun aja ish!"
"Paansih mak! Sakit tau!" ucap lisa sambil mengelus-elus kepala bagian belakangnya.
"Bodoh!" Kini Amanda yang tadinya hanya diam ikut kesal dengan Lisa.
Mereka yang melihat ketiganya hanya geleng-geleng kepala. Mereka bersahabat sejak awal SMA hingga sampai kini mereka lulus. Terdiri dari sembilan orang perempuan yakni Cindy, yang tertua antara kesembilan perempuan itu hingga dia biasa dipanggil mak(emak) oleh yang lainnya, berbanding terbalik dengan sikapnya yang harusnya lebih dewasa dari yang lain, ia cenderung lebih kekanakan bahkan daripada Nana yang paling muda disana.
Lalu ada Nayra, sikapnya lembut ke ibuan berparas cantik. Biasanya dialah yang diandalkan untuk memasak oleh yang lain. Yang ketiga yakni Audy, dia adalah pacar Alvin. Yang keempat Amanda, sifatnya dingin, omongannya pedas dan apa adanya, walaupun begitu Amanda lah yang paling perduli pada mereka. Yang kelima yakni Lisa, si cantik tapi pikun dan agak lemot.
Ke enam ada Alana, yang paling aktif antara kesembilan bersahabat itu ia tak bisa diam dan suka mengoceh hingga kadang mulutnya disumpal tisu oleh Amanda yang tak tahan dengan ocehannya. Ketujuh Wendy si tukang makan, dimanapun dia berada pasti ia ditemani dengan snack ditangannya. Kedelapan Karina, sering dijuluki tiang listrik karna tingginya, ia juga partner gibahnya Audy. Yang terakhir Nana, meski dia yang paling muda tapi ialah yng sikapnya paling dewasa antara kesembilan sahabatnya.
Sementara yang pria ada tujuh dari yang tertua yakni Putra, Alvin, Boby, Alex, Daniel, Azril, dan Dirga. Diantara ketujuh nya hanya Alvin dan Dirga yang berpacaran dengan Audy dan Karina. Sementara Daniel, sebenarnya ia dan Cindy punya hubungan yang bisa dianggap spesial.
"Okey besti jdi mari kita siap-siap buat pergi besok," ujar Alana dengan alay.
Semuanya mengangguk lalu mulai beranjak, jam sudah menunjukan pukul 9 malam.
Azril, Dirga dan Alvin tinggal di apartemen disamping kanan Alex, sementara Alex sendiri tinggal bersama Boby. Di samping kiri apartemennya ditempati oleh Daniel dan Putra.
Sementara para perempuan tinggal di apartement disebrang apartemen para laki-laki. Cindy tinggal bersama Amanda, Alana bersama Karina, Wendy dan Nana. Sementara itu hanya Lisa yang masih tinggal bersama kedua orangtuanya tak jauh dari apartemen mereka.
.
"Apa kau yakin mereka semua akan masuk kedalam jebakan kita?"
"Heyy kau meremehkanku! lihat saja besok kupastikan mereka akan masuk dalam jebakan kita," ucapnya diiringi kekehan.
"Jangan sampai mereka mencurigi kita!"
"Aish tidak akan!"
"Ayo kita bermain main, buat mereka tak sadar bahwa teman dekatnya lah yang menjebaknya, hahaha!"
"Mari kita sembunyikan rapat-rapat sayap kita nanti!"
Ucapannya hanya dibalas anggukan oleh kedua orang yang ada didepannya. Salah satu dari mereka tersenyum miring memikirkan permainan yang akan mereka mainkan besok.