35. Lembaran Hitam

1371 Words

Langkah kaki Tere yang menjauh di lantai atas digantikan oleh sunyi yang mencekam. Di koridor remang-remang dekat dapur, Ardi masih mengunci tubuh Mama Lian ke dinding. Namun, atmosfer panas yang baru saja terbangun mendadak buyar ketika ponsel di dalam saku celana Ardi bergetar pendek. Satu pesan masuk. Ardi meraba sakunya, mengeluarkan ponsel, dan menyalakan layar. Sebuah nomor tanpa nama mengirimkan pesan singkat: "Buka pintu belakang sekarang. Jangan membuatku menunggu atau Tere akan menerima hadiah di ponselnya." Wajah Ardi seketika pias. Ia menurunkan tangannya dari pinggang Mama Lian. Ibu mertuanya itu menangkap perubahan drastis pada ekspresi Ardi. Mata Mama Lian melebar penuh ketakutan. "Evelyn?" bisik Mama Lian, suaranya bergetar hebat. Ardi hanya mengangguk kaku. Ia seger

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD