Teman Curhat

1357 Words

Tubuh Bintang menggeliat. Sayup-sayup, kelopak matanya perlahan membuka. Ia pun mengerjap, menyesuaikan intensitas cahaya yang masuk melalui retinanya. Pergerakan Bintang membuat Adryan terjaga. Adryan pun melakukan hal yang sama, menggeliat sambil sesekali mengerjapkan mata. "Udah bangun?" tanya Adryan dengan suara seraknya. Sungguh! itu terdengar begitu seksi. Bintang mengangguk lemah. "Mbak Feby belum ke sini, ya?" tanya Bintang sembari celingukan mencari sosok yang diharapkan kehadirannya. Adryan melirik jam yang masih menunjuk pukul setengah lima pagi. Adryan pun terkekeh melihat Bintang yang masih mengedarkan pandangannya. "Masih jam setengah lima, Bintang. Mana mungkin Mbak Feby ke sini? Yang ada, malah diusir satpam rumah sakit. Sabar ya? Jam besuknya masih jam 6. Mbak Feby p

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD