Masih membahas rando dan lia
"Apa loe bercanda ran loe pacar sahabat gue"ucap lia tak percaya
" gue suka sama loe lia gue cinta gue akan putusin silvi karena selama ini gue hanya pura-pura cinta sama silvi karena silvi partner kerja papi gue"ucap rando yang tidak sepenuhnya benar karena rando hanya memanfaatkan harta silvi
"Gue sebenarnya juga suka sama loe, tapi gue hanya mendem perasaan gue karena loe pacar sahabat gue" ucapnya nunduk
"Sekarang udah gak usah dipendem karena kita mempunyai perasaan yang sama" ucapnya dan sambil memegangi pundaknya dengan nada yang serious lia menatap wajah rando dengan berlinang air mata, rando pun langsung menghapus air matanya dan cup mengecup singkat namun tidak dapat penolakan rando kembali melanjutkan lagi namun ini bulan ngecup tapi melumat dengan begitu lembut samapai lia mempererat pegangannya pada seragam bagian d**a dengan begitu erat....
Dari situlah hubungan rando dan lia terjalin tanpa diketahui oleh silvi mau pun sahabat yang lain
Feedback on
Lia memandangi wajah kekasihnya yang sudah 1 tahun menjadi kekasih+partner ranjang sungguh beruntung di cintai oleh rando...namun tanpa sadar rando bangun
"Hmm udah bangun sayang" ucap rando sambil melumat singkat bibir lia
"Sudah sayang" sahut lia sambil tersenyum dipaksakan
Rando melihat ada perubahan langsung menggeser tidurny
"Kenapa mukanya murung beb" ucap rando namun lia hanya menggeleng rando tau ada yang di sembunyiin oleh lia
"Sini cerita atau kita lanjut kegiatan kita lagi" ucap rando dengan mesum
"Uhhh kebiasaan mesumnya" sambil nyubit perut rando
"A..awww sayang sakit kenapa dicubit sih" sahut rando sambil ngelus perutnya
"Syukurin" sahut lia sambil tersenyum
"Nah kalau gitukan cantik kenapa tadi murung" ucap rando kepada lia dan lia mencari tempat nyaman yaitu tidur di d**a rando
"Aku hanya takut jika silvi mengetahui hubungan kita, kamu tau jika silvi orangnya baik banget, berkat dia perusahaan bokap gue bisa bangkit lagi dan dia gak pernah menuntut apapun sama aku dia selalu membantu aku suka duka aku" ucapn lia dan mendapat helaan nafas yang panjang dari rando
"Aku ngerti di posisi kamu sayang, kemaren aku mau putusin sama kamu gak boleh sekarang malah ngeluh" sahutnya
"Aku juga sayang sama kamu dan cinta sama kamu," ucap lia
"Semoga aja hubungan kita seperti ini terus toh jika nanti ketahuan sama silvi pun kita harus ngakui bahwa kita saling cinta" ucap bohongnya rando karena lia hanya dimanfaatkan tubuhnya untuk bisa memenuhi biologisnya...
"Jangan gila sebelum kita lulu's aku gak mau publikkan hubungan kita" ucap lia yang turun dari d**a rando dan kembali ke tempat tadi
"Ya udah tidur lagi ya" ucap rando namun lia malah bangkit dan mendapatkan kenyitan dialis rando
"Mau kemana sayang" ucap rando
"Mau makan aku lapar kamu gempur aku gak in get waktu" ucap lia mengambil handuk yang ada di sofa membuat rando terkekeh lia langsung menuju ke dapur melihat ada apa aja di kulkas biasanya jika dia ngajak ke apatermennya dia menyediakan makanan yang banyak
Disaat sudah menentukan makanannya tiba tiba ada tangannya yang melingkar di perut lia
"Sayang aku mau makan" ucap lia sambil menyingkirkan tangannya yang ada di perut namun bukannya malah menyikir rando menyiblakkan keatas handuk lia dan langsung aja di sodok kan penisnya ke v****a lia
"Ahhhh sayang " desahannya namun rando tidak peduli rando menyuruh lia nungging dikit supaya barangnya enak di majukan plak plak plak suara aduan yang tercipta lia hanya memegangi pinggiran dapur...
"Rando ku mohon udah aku lapar" ucap terbata lia karena lia benar benar lapar
"Ah ahhhh kalau mau makan makan sama sayang" ucap rando sambil memaju mundurkan miliknya makin cepat
Lia hanya menikmati sambil meringis karena menikmatinya "ahhhh ahhhhhhhhhhh" lengkuhan panjang lia dan di angkat ke meja makan langsung lagi mendapatkan serangannya rando tidak mau berhenti "ahhh lia kita tidak pernah bercinta di dapur ternyata enak juga ahhhh" ucap rando yang masih mengocok miliknya dengan begitu cepat membuat mejanya bergerak lia hanya menikmati dia suka apapun yang rando lakukan "ahhhhhh ahhhhhhhh" lengkuhan panjang keduanya akibat organisme keduanya langsung membersihkan seperma yang tercecer begitu banyak
*Randi dan silvi sudah sampai di rumah semenjak ada randi rando di lupakan biasanya cowoknya itu selalu ngasih kabar jika berada dimana ini satu chat aja gak ada silvi ngecek hanya kemana kekasihnya yang udah 2 tahun menemaninya dan sekarang dia merasa berasalah karena menghianatinya dengan menikah dengan randi...silvi langsung cek hanya dan menelfon randi namun gak diangkat
"Kemana si rando kok gak di angkat" gumannya silvi yang bolak balik jalannya kayak seterikaan berjalan sampai randi udah ada di kamar silvi tidak menyadarinya randi pun tau kalau istrinya lagi gelisah
"Hmmm" deheman randi yang mengalihkan pandangannya silvi hanya melirik randi sama
"Sibuk amat" ucap randi "kayak orang penting aja" sahut randi lagi
"Loe kalau gak tau lebih baik diem deh" omel silvi dan randi menuruti apa kata silvi diam dan merebahkan badannya yang lelah aktivitas hari ini
Silvi masih sama telfon rando yang dari tadi tidak bisa di hubungi sampai silvi ketiduran.
Azan magrib sudah berkumandang namun silvi belum bangun....dan randi memandangi muka yang imut kalau lagi tidur dan silvi membangunkan dengan pelan
"Vi bangun udah azan" ucap randi lembut silvi hanyalah bergerak dan mengerjabkan matanya "hmm jam berapa ini" ucap silvi sambil nguap "woahhhh"
"Jam 7 " ucap randi berbohong
"Apa loe kata jam 7" ucap silvi kaget, langsung mari kekamar mandi setelah wudhu langsung ngambil mukena langsung sholat namun ditahan sama randi
"Ayo udah di tunggu sama papah di bawah" ucap randi kemudian keluar kamar silvi pun melihat jam yang masih pukul 18:15 mata silvi melotot sempurna
"Randiiiiii!!!!!!! Awas ya loe udah bohongin gue" teriak silvi yang kesal sama randi akhirnya silvi mengikuti randi ke musola bawah
Setelah selesai sholat silvi protes sama randi sambil melipat mukena
"Maksud loe apa jahilin gue" ucap silvi dengan wajah cemberut
"Gak pp" jawab randi singkat dengan fokus ke hp karena ngecek email masuk soal pekerjaan yang dikerjakan
"Loe kok nyebelin sih katanya suami kok dicuekin" ucap silvi sambil menghentakkan kakinya menuju penyimpanan mukena
"Hmmm besok kita udah pindah ke apatermen gue jadi barang mana yang mau di bawa" ucap randi sambil memasukkan hpnya ke kantong celana dan membuat silvi melotot kaget bahwa besok dia akan pindah ke apatermen randi....
"Gue lupa bahwa besok udah mau pindah gue bujuk aja kali ya randi supaya satu hari lagi" guman salam hati silvi
"Hmm ran em-mm kita pindah lusa ya" ucap silvi sambil duduk di samping randi dan randi hanya menyengitkan alis "ini anak kesambet kali ya ngomongnya alus benar" guman randi salam batinnya, yang melihat randi gak ngerespon silvi merayu lagi
"Hmmm ran loe boleh kok tidur satu ranjang sama gue tapi jangan ngapain ngapain gue ya" ucap silvi dengan nada sangat lembut...
"Hmm" randi pun pura-pura menimang nimang permintaan silvi, silvi pun menanti jawaban randi dengan harap-harap cemas
"Oke lah tapi besok kita berberes lusa kita pindah" ucap randi dan tanpa sadar silvi langsung memeluk randi dan randi terkejut mendapatkan pelukan dari silvi beberapa menit silvi sadar dan langsung melepaskan pelukannya
"Maaf gue-" ucap silvi langsung dipotong sama randi
"Gak pp besok-besok yang lama" ucap randi dan beranjak keluar kamar menuju ruang makan, mendengar ucapan randi silvi langsung melotot dan berguman
"Dasar cowok irit bicara cari kesempatan salam kesempitan" guman silvi
"Sabar silvi loe harus Sabar punya suami kek dia" gumannya sambil menghirup udara dan mengeluarkan dengan kasar, kemudian silvi menyusul ke meja makan