Acara makan malampun usai dan kini randi dan silvi masuk kamar begitu pun dengan kedua orang tuanya juga masuk kamar karena besok pagi guntur ada miting
"Ran" gumannya pelan dan randi pun nengok karena sudah di perbolehkan satu ranjang jadi saat ini mereka ada di kasur yang sama
"Hmm kan semua fasilitas gue di sambil semua" gumannya, randi masih setia mendengarkannya
"Termasuk kartu kredit dan ATM gue" ucapnya lagi
"Dan besok gue sama temen-temen gue mau keluar ke mall" sahutnya lagi
"Gu-ue boleh mintak uang gak" ucapnya sambil menggigit bibir bawahnya karena takut gak dikasih
Randipun beranjak dan mengambil barang di dalam laci dan menyerahkan ATM bari atau ATM bulanan silvi yang udah di buat kemaren dan sampai tadi sore
"Ini apa maksudny" ucap silvi sambil menerima ATMnya
"Di dalam situ udah ada 20jt, ini ATM buat gue transfer perbulan ke ATM ini...." Ucap randi
"Tapi gue ngasih loe jatah bulanan 5jt, ini pumpung loe baik ke gue dan ngasih ijin gue tidur di ranjang loe gue kasih 20jt tp buat bulan selanjutnya hanya 5jt" ucap randi yang panjang lebar dan mendapati plototan mata
"Gila ya loe papa gue ngasih 50jt perbulan loe ngasih hanya 5jt " ucap silvi sambil geleng geleng kepada tak percaya apa yang diucapkan oleh randi
"Kalau loe gak mau sini ATM nya" ucap randi, silvipun langsung menarik lagi ATM yang diberi randi, randi hanya menyunggingkan senyumnya , sebenarnya randi mampu untuk memberikan yang di berikan papanya namun randi ingin ngetes sejauh mana uang yang di berikan itu
Randi yang memang capek langsung terlelap namun silvi tidak bisa tidur dan tak sengaja memandangi wajah randi "ternyata cowok ini ganteng juga" gumannya lirih sambil tersenyum dan tak berselang lama silvipun tidur dan dusel di d**a randi sambil memeluknya
Azan subuh sudah berkumandang silvi mengerjabkan matanya scok apa di lihat silvi memeluk randi," untung randi belum bangun"gumannya padahal randi sudah bangun 20 menit yang lalu karena tidak mau ganggu randi pura-pura tidur
Silvipun langsung masuk kamar mandi dan mandi beberapa menit acara mandi sudah selesai keluar melihat randi silvi langsung merona malu kalau dilihat randi bisa diledek habis-habisan
"Sana loe mandi kita udah ditungguin sama papah" ucapnya dan hanya di angguk'i sama randi, setelah selesai mereka melaksanakan sholat berjamaah bersama setelah selesai kedua suami istri ini udah rapi dengan baju sekolahnya dan sudah ada di meja makan bersama kedua orang tuanya
“ran hari ini jadi pindah”ucap Guntur
“enggak pah besok aja soalnya via belum berkemas”ucap Guntur dengan kenyitan dikening karena panggilan randi sama hal dengan selvi yang langsung memandang randi dengan tidak biasa memanggil nama via
“emm kalau papa gak setuju biar nanti orang-orang saya yang mengemasi barang-barang via”sahutnya karena tidak ada respon dari papa silvi
“oh gak gak bukan itu yang membuat papa kaget, namun nama panggilan untuk silvi papa suka”ucap Guntur dan silvi langsung kesedak dengan sigap randi memberikan minum
“loe gak pp”ucap randi,
“gue gak pp”sahut silvi dan mengelap mulut dengan tisu kemudian mereka selesai makan dan menuju kegarasi mengambil montornya
“vi loe nanti pulang sama supir gue mau kekantor”ucap randi sabil memasang hlmnya
“hmm iya nanti gue pulang telat gue mau ke mall”sahut silvi sambil naik ke montor randi hanya nganggukan kepalanya.
mereka pun akhirnya sampai dengan menempuh perjalanan sekitar 35 menit dari rumah silvi
setelah sampai randi dan silvi masuk kekelas masing-masing.
sesampai dikelas silvi menghampiri sahabatnya yang masih ngobrol dan tak memperhatikan silvi datang “woyyy!!!!!!teriak silvi dan terkejutnya semua para sahabatnya
“asstagfirulloh”ucap indah dan rara karena beragama islam
“ya tuhan yesus”ucap karina karena beragama Kristen dari 5 sahabat
“hahahahahahahaha gue gak nyangka kalau loe bakalan kaget”ucap silvi sambil ketawa
“loe tu kebiasaan sil biar jantung gue copot”sahut indah
“maaf maaf bestie kalian asik banget ngobrolnya”ucap silvi lagi sambil duduk disebelah indah
“kita itu lagi ngomongin lia kenapa akhir-akhir ini jarang ngumpul, jarang juga masuk padahal kita kan mau UAS”ucap rara
“iya di grub juga jarang aktif dan gue chat juga jarang dibales”ucap karina dan diangguk”I semua sahabatnya
“ya udah nanti kita tanyakan ya”ucap silvi yang biasanya deket dengan aulia
“betul itu”ucap Karin
mereka menyudahi ngobrolnya karena guru sudah memasuki kelas mereka dan mereka mulai belajar dengan nikmat
*berbeda dua manusia yang berbeda jenis yang masih setia menggulung di bawah selimut tanpa sehelai benang pun yaitu aulia dan rando
“hmmm morning sayang” ucap lia sambil mengecup bibir rando
“morning juga sayang”sahut rando sambil mencium kening lia
rando sadar jika miliknya belum dicabut dari sarangnya dan menanggapi dengan senyuman lia yang menyadari langsung nyubit perut rando
“awww sayng kok di cubit”ucap rando sambil mengelus perutnya
“udah sayang aku masih capek kamu sudah berapa kali coba dari kemaren”ucap tulus lia memang lia sangat capek badannya mau remuk rasanya.
“oke sayang yuk mandi”ucap randi sambil mencabut miliknya membuat lia mendesah
“ahhhhhhh”desahan lia membuat rando naik lagi, rando menggendong lia dibawa ke kamar mandi dan melakukan kegiatan panas lagi di kamar mandi, mereka melakukan lagi dan sekarang sudah jam 2 siang mereka makan pagi+siang
“gara-gara kamu aku gak sekolah lagi”ucap silvi
“ya gimana sayang kamu itu candu tauk”sahut rando sambil memasukkan makanannya
“oh ya mama papa pulang mala mini jadi aku pulang ya”ucap silvi
“ya udah aku juga belum menghubungi silvi dari kemaren takut dia curuga”ucap rando yang membuat lia langsung murung, randipun menyadari mimic muka murung sang kekasih
“hey kenapa murung”ucap rando sambil mencubit pipi lia
“enggak kok aku gak papa”sahutnya sambil tersenyum terpaksa
“sabar ya setelah papanya silvi menandatangani kontak kerja aku pastikan putus dengan dia”ucapnya sungguh sambil memegang dagunya dan melumat sebentar dan diangguki oleh lia
*bel istirahat telah berbunyi seluruh siwa maupun siswi berhamburan keluar kelas untuk mengisi perut yang kroncongan tak lain silvi bersama sahabatnya yang keluar kelas menuju kekantin
“guys loe pilih tempat duduk gue pesen makanannya”ucap rara sama sahabatnya hanya diangguk’i sama silvi dan yang lainnya
“loe kenapa sil muka loe kok ditekuk gitu”ucap indah
“rando dari kemaren gak hubungin gue”ucap silvi
“loe belum putus sama rando”sahut indah, dan mendapatkan gelengan dari silvi
“gue masih cinta sama rando”ucap silvi
“la terus pernikahan loe gimana inget loe udah nikah sil”ucap indah
“iya gue tau nanti gue cari waktu yang tepat deh”ucap silvi memutuskan untuk mengakhiri hubungannya dengan rando, setelah sekian abad akhirnya makanan yang dipesan datang
mereka makan dengan nikmat namun saat silvi menganggkat kepalanya tak sengaja matanya memandang randi dan yoga, namun silvi fokus ke randi yang lagi asik dipandangi oleh kaum hawa walaupun randi tidak menanggapi namun membuat hati silvi kesel
“loe kenapa muka loe kesel gitu”ucap rara
“itu liat sok ganteng bener”ucap silvi dengan mengaduk minumannya dengan jengkel dan bestie silvi mengikuti arah mata silvi
“itu kan randi yang lagi ngantri nomor kan sil”ucap indah
“iya sil gak usah cemburu oke”ucap Karin dengan polos
“apa gue cemburu ya ga-gak lah”ucap silvi dengan salting
“ya udah nanti gue deketin aja deh randi lumayan ganting kok”ucap indah sambil memasukkan pentol kemulutnya.
“enak aja itu laki gue”ucap silvi tanpa sadar dan membuat semua sahabatnya tersenyum, kebiasaan silvi yang gengsi
namun dari kejauhan randi juga melihat silvi yang lagi memperhatikannya randi hanya menyunggingkan senyumannya karena istrinya tidak suka jika randi di perhatikan sama cewek lain.
“udah ga”ucap randi dan diangguk’i oleh yoga mereka menuju ruangan yang udah disewa selama sekolah di Nusa Bangsa setelah sampai randi langsung ngecek email nya karena semalam tidak jadi mengeceknya
“nanti sepulang sekolah gue kekantor seketaris gue memberitahu bahwa hari ini gue ada miting”ucap randi
“iya gue ikut ya”ucap yoga dan hanya diangguk’i oleh randi
“terus bini loe gimana pulangnya”sahutnya lagi
“gue udah suruh supir untuk jemput katanya mau belanja ke mall bersama teman-temannya”ucap randi hanya di angguk’i sama yoga dan pesenan datang mereka makan dengan nikmat tanpa suara briksik sama sekali