BAB 2

669 Words
Ada sebuah mobil mewah keluaran terbaru yang berwarna pink melewati gerbang sekolah, semua siswa maupun siswi ternganga melihat mobil sport itu..”wawww mobil siapa ini keren banget” kira-kira seperti itu celotehan anak-anak SMA Nusa Bangsa. mobilpun berhenti diparkiran khusus mobil dan keluarlah sang putri idola yah benar temen temen tebak an anda siapa lagi kalau bukan SILVIA PUTRI SENJAYA anak dari pengusaha tersukses seasia Guntur Senjaya yang mempunyai Perusahaan di thailan,Vietnam, malasyia, singapur dan Indonesia (gila bapakguntur sukses anjir ok lanjut lagi ya) dan istinya bernama risma putri yang juga mempunyai bisnis berlian dan invetasi di produk kecantikan yaitu MSGLOW (gile emaknya silvi sama artis artis dong uhhhh lanjut lagi) namun walaupun bergelimang harta keluarga silvia masih sering berdonasi anak yatim, fakir miskin, dan amal di masjid maupun di greja Karen keluarga silvia tidak memandang kasta jika membutuhkannya pasti selalu di bantu. (kembali ke silvi di sekolah) silvipun membenarkan rambut nya sebentar lalu berjalan menuju kelas, belum sampai di kelas tiba-tiba “woy sil” teriak indah, aulia menuju kearah silvi sambil berlari kecil, sedangkan rara dan kirana hanya mengikuti dari belakang. silvipun tersenyum kepada sahabatnya yang sudah lama terjalin SMP,SMA selalu bersama “sil itu mobil loe” tanya aulia dengan espresi terkejut “iya itu bokap gue kemaren menang tender terus perusahaan yg berkerja sama perusahaan gue di kasih mobil itu ke bokap gue” sambil jalan menuju kelas “gile gile anak sultan gak ngelawan pokoknya” indahpun menimpali perkataan aulia tadi. “pokoknya pulang sekolah loe harus teraktir kami ya gak” kata rara sambil berjalan mundur..”setuju” dengan kompak indah, aulia dan kirana menjawabnya. silvi pun hanya menggeleng-geleng kepalanya “beres nanti mobil kalian ditinggal sini aja nanti pakek mobil aku ya” sahut silvi “OK bestie” mereka pun sampai di depan kelas IPS 3 karena mereka tidak memiliki otak yang jenius kayak randi dan mereka memasuki kelas karena bel bertanda masuk sudah berbunyi. pelajaranpun di mulai guru pun sudah siap mengajar….. beberapa jam kemudian bel berbunyi bertanda istirahat siswa-siswi bertaburan ke kantin seperti Randi dan yoga mereka keluar kelas menuju kantin dengan memasuki tangan ke dalam saku yang menambah ke cool lannya para wanita pun terpesona dengan muka datar dan dingin menuju penjual bakso, belom sampai ke penjual bakso tiba tiba ada yang nabrak dari depan brakkk tangan yang tadi dimasukkan kedalam saku dengan reflek di keluarkan den menahan badan yang mau jatuh ke bawah ya yang nabrak silvi yang jalan gak fokus kedepan karena keasikkan bercanda dengan sahabat-sahabatnya silvipun nabrak randi dengan posisi berpelukan dan saling pandang. jantung randipun berdetak kenjang dengan memandangi wajah silvi yang manis, mata yang indah, hidung yang mancung bibir keliatanya manis jika dilumat oh my good sadar. “em em udah kali tatapan tatapannya bawa aja kekamar ini tempat umum woy” ledekan yoga kepada randi, randi pun sadar akhirnya melepaskan dan tidak peduli dengan silvi yang udah jatuh kelantai kemudian memasukkan tangannya lagi ke saku celana. “au sakittt gila ya loe asal Jatohin gue sembaranga” teriak silvi randipun tidak peduli berjalan meninggalkan silvi yang lagi kesakitan sambil menyunggingkan senyumannya yang sangat tipis sekali…”eh loe apa gak ada mau bantuin gue apa” sahabat silvipun masih setia memandangi randi menuju kantin bakso. namun dengan terkejutnya dengan teriakan silvi semua langsung membantu silvi berdiri “maaf sil soalnya tu cowok ganteng habis” sahut aulia yang super centil. “tapi memang bener ganteng apa lagi temennya tadi ganteng juga” kirana menimpali perkataan aulia “kalian ya gak ada yang dukung gue, gue benci cowok itu” kata silvi dengan nada kesal “mata loe katarak y sil, cowok ganteng gitu kok” ucap indah “awas jangan terlalu benci nanti cinta baru tau rasa” kata rara yang menimpali dengan nada yang menggoda silvi. “ogah terserah gue mau kekafe depan makan disini mood gue udah ancur” silvipun melanjutkan jalannya menuju kafe depan “woy gue ikut dong” kata sahabat silvi sambil berlari mengejar silvi.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD