Terkadang kesialan tidak bisa dipungkiri niatnya untuk menghindari bahaya malah terjerumus bahaya.
“loe siapa”tanya silvi, namun randi masih asik nyedot rokok yang ada di tangannya.
“loe budek ya ditanya kok malah diem” tanya silvi dengan wajah kesel kepada randi
“dasar wanita cerewet” jawab randi singkat padat dan jelas, silvipun melotot mendengarkan jawaban dari randi “dasar laki laki irit bicara” dengan nada sebel silvi pun akhirnya memutuskan membuka pintu akan keluar meninggalkan rumah kosong itu namu jderrrrrrr!!!!
suara petir yang menggelma silvipun dengan otomatis lari dengan memeluk randi yang masih asik ngerokok “aaaaaa” sambil meluk randi “tolongin gue, gue takut petir” kata silvidengan badan gemeteran karena takut dan sedikit terisak, randi pun membuang putung rokok dan membalas pelukan silvi..”loe tenang aja jangan banyak bicara” kata randi walaupun kesal dengan cowok asing yang dipeluknya tapi nyaman berbeda dengan saat berada di pelukan rando kekasihnya. suara petir yang menggelegar pun tidak berhenti saling bersautan. silvi pun capek berdiri sambil memeluk randi pria asing itu..”pria irit bicara kaki gue capek boleh duduk” kata silvi untuk memecahkan keheningannya. “nama gue randi bukan pria irit bicara”kata randi “iya emm em randi duduk yok capek kaki gue” sahut silvi lagi
“lepasin dulu pelukannya petirnya sudah gak ada kayaknya” ucap randi, silvipun dengan berat hati melepaskan pelukannya kemudian duduk dilantai yang dingin saat sudah duduk nyaman tiba-tiba jderrrrrr!!!!! suara petir lagi dengan otomatis randi langsung memeluk silvi badan silvi pun sedikit menggigil karena baju yang dipakai basah.
“loe kedinginan” tanya randi, silvi pun hanya menganggukkan kepalanya saja
“loe buka baju loe jika basah”kata rendi yang langsung mendapatkan plototan dari silvi
“maksud gue loe ganti dengan jaket gue biar gak kedinginan” ucap randi
“tapi kamu hadap sana jangan ngintip” kata silvi kepada randi, randipun menyerahkan jaketnya kepada silvi dan berbalik badan yang di suruh silvi tadi
“sebenarnya punyamu masih kecil gue gak nafsu” kata randi yang dari tadi menahan gairah pada silvi waktu silvi baru datang gimana gak mode on baju silvi cap daleman yang sudah ditahan apalagi dari tadi disuru peluk-peluk tambah b*******h namun ditahan oleh randi karena randi gak mau merusak anak orang tanpa memintanya, tau sendiri randi menggila sek sejak dua tahun ini.
“mulut loe gue sumpel pakek dalaman gue baru tau rasa pria irit bicara” kata silvi dengan mode kesel karena p******a silvi belum pernah di jamah oleh laki-laki.
“terserah loe kita kayaknya nginip sini ujan masih deres” ucap randi membalikkan badan karena silvi sudah berganti dengan jaket randi yang warna merah.
“ya ampun cantik banget kalau kayak gini apa bisa gue tahan” ucat randi dalam hatinya
“kenapa loe liatin gue segitunya naksir loe” kata silvi
“idih PD amat gue gak suka sama p******a yang tidak berbentuk kayak gitu” ucap randi
“sialan y aloe ini p******a masih asli belum kejamah laki-laki kayak loe” ucap silvi dengan nada yang menggelbu gelbu menahan kekesalan.
silvipun duduk dan melihat hpnya ternyata sinyal nya gak ada jika ada pasti sudah nyuruh orang rumah buat jemput..kelamaan nunggu hujan reda silvi pun ketiduran dan randi yang melihat pun kasihan akhirnya randi meminjamkan bahunya buat silvi.
“loe itu cantik sayang loe cerewet” ucap randi dalam hati sambil menyunggingkan senyumnya. tiba-tiba kantuk mata randipun ikut terbenam kealam mimpi tanpa di sadari mereka berpelukan dalam tidurnya…
brakkkkkkkk!!!!!
suara dorongan pintu yang sangat kasar randi dan silvi pun terlonjat kaget yang mengetahui banyak warga dan waktu sudah pagi.
“kalian ngapain disini” ucap salah satu warga, silvi dan randi berdiri dan masih mengumpulkan nyawa yang habis bangun tidur.
“kami hanya neduh pak karena hujan gak berhenti-henti” ucap randi namun warga tidak percaya yang di ucapkan randi karena salah satu warga melihat baju dan daleman baju berserakan disitu.
“kalian mau ngelak kalian tidak berbuat m***m”ucap bapak-bapak gemuk yang marah dan membawa baju dan daleman itu.
“pak demi tuhan kami hanya neduh itu baju saya basah dan aku juga baru kenal sama cowok ini pak kami tidak berbuat m***m oak” ucap silvi menjelaskan dengan berlinang air mata, namun para warga gak percaya.
“ bawa mereka ke balai desa kita nikahkan supaya kampong kita tidak tercemar aib” ucap salah satu warga. silvipun dan randi di giring ke balai desa mereka didudukkan di tengah tengan dengan dikrumuni banyak warga, silvi pun makin nangis dan melihat randi yang diam di sampingnya malah menjadi kelas.
“telfon orang tua kalian suruh datang kesini sebelum kalian diamuk warga” kata pak RT
silvipun menelfon papanya dan langsung diangkat yang gebetulan papanya belum berangkat kekantor.
“halo honay kenapa gak pulang honay”ucap Guntur yang menghawatirkan anak gadisnya
“a-aku baik pa, pa tolong dating kesini aku ada masalah pa” ucap silvi sambil terisak
“oke sayang papa dating tunggu ya sayang” ucap papanya sambil berjalan menuju tempat yang silvi berikan.
“orang tua mu kenapa gak kamu telfon”tanya pak RT kepada randi
“orang tuaku semua diluar negri percuma pulang” ucap randi cuek karena randi menganggap orang tuanya udah mati papa nya udah gak peduli lagi mamanya hanya asik sama ranjangnya.
“baiklah” kata pak RT. sekitar 25 menit papa dam mama silvipun datang dan langsung menghampiri silvi.
“ma”sambil memeluk risma
“kenapa ini sayang” ucap risma
“ada apa ini pak kenapa anak saya ada disini” sahut Guntur kepada pak RT.
“begini pak, anak bapak sama mas ini berbuat m***m dirumah kosong di sebelah timur dan ini pakaiannya saya temukan sudah berserakan”ucap Pak RT yang menjelaskannya dan Guntur melihat laki-laki yang berseragam SMA dengan santai duduk tanpa harus repot repot membela, namun silvipun tidak terima diperlakukan seperti itu.
“semua itu gak bener pa silvi hanya meneduh disana mobil silvi mogok”bela silvi supaya papanya percaya.
“tapi maaf pak bu, adat kami, kami akan menikahkan mereka disini secara sah agama maupun Negara”ucap pak RT mewakili warga yang sudah mulai memanas takut ini nanti kesebar dimana-mana.
“oke oke saya akan menikahkannya disini tapi saya mau ruangan khusus hanya ada saksi dan penghulu didalamnya”ucap Guntur kepada pak RT, pak RT pun menyanggupi omongan Guntur “baik lah pak akan saya persiapkan ruangannya” ucap pak RT , tempat pun di persiapkan duduklah randi dengan silvi sudah memulai ijab kabulnya
Wah makin seru ya gays jangan lupa tekan love