bissmillahirohmanirohim saya nikahkan engkau dengan anak saya silvia putri senjaya binti Guntur senjaya dengan engkau radi adi prajaksa bin adi prajaksa dengan mas kawin uang sebesar 1jt dibayar kontan.
saya terima nikahnya silvia putri senjaya binti Guntur senjaya dengan maskawin tersebut.
randipun mengucapkan dengan lantang walaupun sedikit dag dik dug karena pernikahannya yang mendadak dengan gadis yang tidak dikenalnya sekarang sudah sah menjadi istrinya.
“bagai mana para saksi sah” ucap pak penghulu
“sah” ucap semua yang ada diruangan itu.
penghulupun mendoakan pernikahan silvi dan randi, selesai mendoakan silvi pun meraih tangan randi untuk di ciumnya, walaupun canggung silvipun melaksanakannya dengan lakjim, setelah selesai randi pun mencium kening silvi sekilas walaupun sekilas desiran randi yang ada di dalam hatinya berdetak kencang.
“silahkan di tandatangin dan ini buku nikah kalian karena kalian udan berumur 17 tahun” ucap pak penghulu, randipun menerima buku nikah itu dan Guntur pun membicarakan pernikahan ini supaya disembunyikan dari media, supaya tidak diperluaskan pengacara Guntur pun mengatur semuanya, Guntur,risma, silvi, dan randi pun pamitan warga yang tadi memenuhu balai desa sekarang sudah tidak ada di situ itu karena ulah papa silvi supaya tidak menghakimi anaknya.
“kamu ikut om kerumah” ucap Guntur pada randi, namun dapat plototan dari silvi
“pa buat apa sama dia lagi”sahut silvi namun mendapatkan tatapan tajam dari Guntur membuat silvi menciut.
“yang sopan dia itu suami kamu sekarang sah agama dan Negara sil papa hanya ingin bicara sama dia” ucap Guntur dengan cuek Guntur pun berjalan sambil menepuk pundak randi yang artinya disuruh untuk mengikutinnya. mereka pun masuk mobil kecuali randi yang membawa montornya. setelah menempuh perjalanan 35 menit akhirnya samapai juga di kediaman Guntur senjaya. randipun mengamati rumahnya silvi “cukup besar dan sepertinya sama seperti mosium gue”ucap dalam hati.
“nak silahkan masuk”ucap papa randi yang ramah, silvi pun heran kenapa papanya kok ramah sama dia padahal sama nando papa gak seperti itu tapi bodo amat lah silvipun masuk kedalam membersihkan badannya.
“baik om”kata randi yang mengekori dari belakang
“kamu mandi dulu habis itu kita makan nanti om mau tanya sama kamu” ucap Guntur dan diangguk’I oleh randi
“ini nak baju nya maaf ya hanya bajunya om yang gak muat soalnya ommu ini gak punya anak laki-laki”ucap risma pada randi yang memberikan baju dan celana kepada randi
“gak apa-apa tante”ucap sopan randi pada risma, risma pun tersenyum melihat randi yang sopan
“ya udah tante tinggal ya” ucap risma sambil berjalan nyusul suaminya kekamar dan randipun memberikan anggukan dan berjalan menuju kamar mandi yang ada dibawah.
berbeda dengan silvi yang uring-urungan di kamar
“kenapa gue harus mendapatkan kesialan hari ini tuhan” ucapnya yang kesel
“terus gimana reaksi rando jika tau gue udah nikah” ucap silvi dengan wajah frustasi
“bestie gue kalau tahu ya pasti mereka gantung gue” ucapnya lagi sambil ngacak-ngacak rambutnya. “bodo amat lebih baik gue mandi kayaknya berendam adalah jalan yang terbaik siapa tau ini hanya mimpi”guman silvi sambil melangkah ke kamar mandi dengan berendam, silvipun sampai ketiduran saat berendam.
randi pun selesai mandi dan menuju ke meja makan disana udah ada mama dan papa nya silvi
“om tan “ sapa randi dengan canggung
“eh ya siapa nama kamu tadi” ucap Guntur sambil mengingat-ingat
“randi adi rajaksa om bisa di panggil randi” sahut randi dengan sopan dan juga masih berdiri (ehmmm randi bisa aja cari muka sama mertua padahal uhhh mimin sebel kepolosen yok lanjut lagi)
“eh iya randi sini duduk kenapa masih berdiri disitu,” ucap Guntur kepada randi
“eh i-iya om” sahut randi
“eh jangan panggil om dong panggil papa kan kami mertua kamu”sahut risma pada randi
“ba-aik tan eh ma”ucap randi yang terbata karena gerogi padahal ya randi jarang respek sama orang lain tapi dengan keluarga Guntur dia malah jadi salting dan gerogi
“mah panggil silvi suruh turun banyak yang papa mau omongin sama silvi dan randi”perintah Guntur kepada sang istri untuk memanggil silvi,
“iya mama panggil silvi, silahkan nak randi dimakan jangan sungkan ya”ucap risma sambil menuju kamar anaknya. sebenarnya randipun terharu melihat kebaikan keluarga ini harmonis tidak seperti keluarganya hanya makan seperti ini terakhir waktu SMP kelas 2, alangkah beruntungnya silvi punya keluarga yang lengkap dan sangat menyayanginya.
“randi jangan bengong ayo di makan”ucap Guntur yang menyadarkan randi dari lamunannya
“iya om eh pa” ucap randi yang masih belum terbiasa, dan randipun mulai mengambil makanannya.
risma pun mengetuk pintu kamar anaknya namun gak ada jawabannya, risma pun sedikit khawatir rismapun membuka kamarnya namun tidak ada silvi rismapun sudah panik disaat membuka kamar mandi dan melihat silvi yang ketiduran di batdaup langsung masuk dan menjewer silvi.
“aw aw ma”sambil meringis
“ini orang bikin jantungan mama dari pagi sampek sekarang bikin jantung mama senam terus”ucap risma yang masih setia jewer telinga silvi
“aw aw ma sakit lepas dulu, silvi mintak maaf”sahut silvi, rismapun melepaskan jewerannya
“mama tunggu 5 menit di meja makan”ucap risma kepada silvi
“iya ma iya”sambil muka sebel kepada mamanya, dan mengambil handuk yng udah di siapkan semua selesai silvi pun turun dan melihat pemandangan sebenarnya masih kesel sama randi yang saat ini sudah menjadi suaminya. silvipun duduk di dekat randi karena di suruh sama papanya. silvi pun menikmati makanan yang udah tersedia, semua telah selesai acara makan-makan nya semua ada di ruangan keluarga karena Karen Guntur akan membahas tentang tadi yang sudah terjadi.
“baiklah papa hanya mau ngomong dengan serius sama kalian terutama padu mu randi” ucap Guntur
“iya om”sahut randi
“kamu tinggal di mana dan sebutkan identitasmu randi”ucap Guntur
“nama saya randi adi rajaksa, saya tinggal di apatermen X saya sekolah kelas 3 IPA1 di Nusa Bangsa, papa saya tinggal di Australia setelah selesai bercerai dengan mama saya, mama saya tinggal disingapura tergantung bisnis yang dijalaninya, dan saya memantau perusahaan papa di Indonesia yang bernama rajaksa grub di daerah P”penjelasan randi dan Guntur pun mengingat kayak gak asing rajaksa grub itu.
“oke baik saya percaya kalau gitu saya serahkan anak saya ke kamu”ucap Guntur, silvi terkejut
“apa!!!!!!!!