BAB 10

1127 Words
Dari awal aku sudah tertarik sama gadis cerewet ini namun sifat dan kelakuannya bertolak belakang dengan aku namun sekarang dia sudah menjadi istri sahkun dan tanggung jawabku apakah aku bisa merubahnya mencintaiku. from randi “loe mau apa”ucap silvi bergetar karena wajah randi begitu dekat dengannya hanya beberapa senti saja derunafas randipun menyapu mukanya. dengan melihat mata yang bening randi merasakan jantungnya bergemuruh tak beraturan dan melihat wajah yang gemetar menjadi sisi imut gadis ini randi pun senang menjahili silvi saat ini walaupun hasratnya sudah memuncak namun randi tahan. bukannya menjawab pertanyaan silvi randipun mengambil bantal yang ada didekat silvi. silvipun membuka matanya ternyata randi hanya mengambil bantal yang ada di sampingnya. “loe berharab gue cium loe”ucap randi sambil berjalan menuju sofa “ihh si-siapa yang berhap di cium loe gak ada”ucap silvi dengan wajah yang merona karena malu setengah mati. “oh”sahut singkat dari randi sambil memasangtempat yang nyaman wallaupun disofa. yang penting bisa tidur. “dasar pria irit bicara yang nyebelin awas saja y aloe”ucap silvi sambil berteriak membuat randi terganggu namun tidak dipedulikan. silvipun merebahkan tubuhnya dan masuk dalam selimut. silvi melirik ke arah randi yang tidur hanya di sofa tanpa selimut. silvi bangun kembali mengambil selimut yang ada di lemari dan diberikan ke randi “ni selimut buat loe, its jangan GR gue gak mau loe mati disini soalnya ini kamar kesayangan gue”ucap silvi dengan nada judes, randi pun hanya berguman “hmm”singkat padat dan jelas sambil menerima selimut dan menyunggingkan senyumnya dengan tipis sekali. silvipun yang masih kesal menuju ke tempat tidur. “cowok itu ya bener bener nyebelin awas aja besok gue kerjain” guman lirih silvi mereka silvi maupun randi sudah terlelap dengan mimpi masing masing. suara azanpun terdengar sangat jelas di telinga randi, randipun mengerjabkan matanya dia bingung ini dimana dan kenapa kamarnya bernuasa pink semua, beberapa kali memejamkan matanya randi baru sadar bahwa dia sudah menikah dengan gadis cerewet. randipun beranjak dari sofa menuju kamar mandi, namun tidak sengaja matanya melihat pemandangan menggairahkan randi, ya randi melihat paha yang mulus putih dan bersih karena silvi memakai baju tidur hanya sepaha karena kebiasaan, randipun susah menelan silvernya dan langsung menuju kamar mandi untuk menenangkan hasratnya.  selesai mandi randipun keluar kamar mandi dan melihat silvi masih tidur dan randi ada ide untuk menjahili silvi sebelumnya randi menutup paha mulus agar tidak menerkam langsung silvi. randi mengambil minum di atas meja lalu di cipratkan ke muka silvi… “emmm”guman silvi merasakan tidurnya keusik, melihat silvi tidak ada respon randipun mencipratkan lagi makin banyak… “banjir-banjir maaaaaaa” ucap silvi sambil kaget dan berteriak… silvi mengerjabkan matanya dan mengumpulkan nyawanya dan apa yang dilihat ada laki-laki yang ada dikamarnya silvipun langsung berteriak.. “aaaaaaaaaaaaaa!!!!!!!!!! randi pun panic takut orang rumah dengar teriakkannya langsung membekap mulut silvi. “ih kenapa sih harus teriakk”geram randi “emmm” karena gak bisa bicara karena dibekap oleh randi, randi langsung melepaskan bekapannya dan silvi langsung memukul randi sama bantal, randi berusaha menenangkan silvi “loe bisa diem gak”ucap randi, dan silvi berhenti dengan aksinya, sambil ngatur nafas karena emosi tadi “gila y aloe ngagetin gue, kenapa loe ada dikamar gue dan tangan lo ada di molut gue dasar ya loe” ucap silvi sambil menyerang randi, namun randi melarikan diri dan silvi sama randi aksi kejar-kejaran kesana kemari di kamar silvi. “sini gak loe, dasar laki-laki ngeselin”ucap silvi sambil ngejar randi “gak kena uweeee”ucap randi sambil mejulurkan lidahnya, dalam hatinya gue nyukai gadis ini imut lucu dan gue suka berinteraksi sama dia, randi yang masih asik dengan lamunannya dimanfaatkan sama silvi untuk menyerang randi tapi randi yang terkejut langsung menarik tangan silvi dan randi jatuh di ranjang silvi dengan posisi silvi diatas randi dan saling pandang. “kenapa dengan jantung gue kok berdetak kenceng amat”ucap silvi dalam hatinya “haduh jantung gue jangan sampek silvi mendengarnya”ucap randi dalam hati, dan randi merasakan udah ada yang berdiri dibawah sana dan randi tak sengaja melihat sedikit payudaranya silvi yang putih bersih dan masih kencang karena belum disentuh sama sekali namun silvi dan randi masih fokus dan pikiran masing-masing tiba-tiba ada yang membuka pintu, ya yang membuka pintu mamanya silvi. “kreeeek” risma pun terkejut melihat anak dan mantunya masih asik berpelukan. “silvi!!!!! ucap risma sedikit berteriak, dan silvi sama randi terkejut dan sadar silvi langsung pergi dari atas randi dengan salah tingkah “kalian ngapain gak berbuat macem-macem kan ingat sil pesan papa”ucap risma pada anaknya sambil menggelengkan kepalanya. “ma ini ga-“ucap silvi yang dipotong sama risma “mama dan papa tunggu di musola bawah segera nyusul”ucap risma sambil menutup pintunya dan pergi meninggalkan kamarnya. “init u gara-gara loe”ucap silvi yang kesal setelah itu silvi masuk kekamar mandi. “uhhhhh”randipun menghembuskan nafasnya karena gairahnya bangkit lagi namun lagi-lagi harus sabar. setelah selesai sholat subuh randi dan silvi dinasehati sama Guntur papannya silvi supaya tidak berbuat diluar batas sebelum lulus sekolah, sekarang mereka sarapan bersama dengan keheningan tiba tiba Guntur berucap untuk memecahkan keheningan. “sayang semua fasilitas mulai hari ini papa cabut kamu semuanya tanggung jawab randi”ucap Guntur yang tiba-tiba membuat silvi kesedak “apa pa sekarang pa, papa bercanda kan sama silvi gak serius kan”ucap silvi yang kaget dengan keputusan papanya yang tadinya tiga hari akan datang malah sekarang dicabutnya. “ya ini keputusan papa jadi kamu harus mintak uang jajan sama suami kamu”ucap Guntur lagi. “sama dia pa”ucap silvi sambil menujuk randi dan randi hanya menyunggingkan alisnya bahwa silvi harus menuruti apa kata suami Guntur hanya ngangguk dan sambil ngunyah makanan yang udah hamper habis “papa gak adil”ucap silvi beranjak dari meja makan dan keluar namun tiba diluar silvi berteriak. “cowok irit bicara buruannnnnn!!!!!!! teriak silvi dari luar “sabar ya nak silvi memang orangnya manja dari kecil”ucap mama silvi kepada randi agar memberikan pengertian “iya ma gak pp kok”ucap randi sambil menyunggingkan senyumannya “randi pamin dulu ya ma pa assalamualaikum”ucap randi sambil menyalami mertuanya dan melangkah pergi menuju ke bagasi “waalaikum salam”ucap kedua mertuanya sambil tersenyum “lama amat sih loe”nada ucapan silvi yang kesel sama randi “buru mau naik apa gak”ucap randi datar “what naik montor gila ya loe, ranbut gue bisa berantakan”ucap silvi sambil ngomel “kalau gak mau ya udah gue tinggal biar disuruh naik angkot sama papa”ucap randi silvipun menghentakkan kakinya dan mulutnya udah maju 5 senti karena kesal sama randi.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD