Atas nama solidaritas, Mia dan Miranda membantu tugas Nayla: mengedit artikel tata niaga dan masakan. Nayla, seperti biasa ia mengeluarkan jurus ratapan maut. “Nda, bantuin dong. Kan kamu yang bikin aku sengsara. Tolongin, aku nggak mungkin nyelesain semuanya.” Andai saja Mia tak ingat segala kebaikan Nayla, mungkin ia saat ini akan langsung melenggang pergi meninggalkan kantor. Nayla? Oknum itu terpaksa terjebak bersama sejumlah tim redaksi untuk pembahasan tema bagian desain dan model. Menggelengkan kepala, Mia merasa kasihan dengan nasib kawannya yang satu itu. Selama ini yang dipahami Nayla hanyalah lagu dan sederet aktor Korea berwajah manis yang menghias meja serta kubikel milik Nayla, lalu kini, Nayla harus mencoba nuansa lain yang sama sekali tak berkaitan dengan negeri gingseng te

