27

1624 Words

Akhirnya datanglah kesempatan bagi Rafael untuk melancarkan serangan. Oke, serangan, kata itu mungkin sedikit terlalu berlebihan. Namun hei, pria mana yang tak akan merasa bahagia jika wanita yang diimpikannya memberikan lampu hijau? Baiklah, mungkin Mia belum memberikan surat yang mengizinkan Rafael untuk melamarnya, tetapi setidaknya Rafael pun berusaha untuk mewujudkan impiannya. Melihat Mia dalam balutan gaun putih, berdiri di samping Rafael, lalu mereka berdua akan mengucap sumpah sehidup semati. Astaga, hanya membayangkannya saja mampu membuat jantung Rafael berdetak lebih kencang dari biasanya. Dalam hati Rafael berdoa, semoga Tuhan melancarkan usahanya, dan semoga saja calon … ehem, ayah dan ibu mertuanya menyetujui Rfael sebagai lelaki yang akan mendampingi Mia. Oh ya, hanya Rafa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD