28

1193 Words

Setelah mengenyahkan segala keraguan yang sempat bersarang di hati Mia, kini ia setidaknya bersedia mengenal Rafael. Tidak ada kata pacaran, mereka berdua hanya menjalani kebersamaan; menikmati celoteh ringan mengenai pekerjaan, bertegur salam melalui pesan singkat, dan pulang bersama. Tak pernah menyangka, Rafael, pria yang dahulu Mia kenali sebagai bocah sengak dan gemar menjahili, ternyata bocah ingusan itu kini menjelma sebagai pria yang … menyenangkan? Humoris? Entahlah, Mia tak peduli pada sisi mana pun yang dimiliki Rafael.  “Halooooo!” teriak Nayla membuyarkan lamunan Mia. Mengerjapkan mata, Mia bingung dengan Nayla yang kini menampilkan cengiran jahil.  “Mia, kamu mau pilih yang mana?” Memilih? Memilih apa? Sadar bahwa kawannya tengah memasuki zona “tak sadarkan diri” Nayla m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD