Suasana kamar panti itu terasa menyesakkan. Cahaya matahari pagi yang menembus jendela kecil hanya menerangi sebagian ruangan, menimbulkan bayangan panjang di lantai yang dingin. Aroma lembab bercampur wangi obat antiseptik menggantung di udara. Lila masih duduk diam di ujung ranjang, memeluk boneka lusuhnya erat-erat, sementara Nana yang semula berjongkok kini berdiri tegak, menatap lurus ke arah Nyonya Jena. "Bisakah Anda keluar sebentar, Nyonya? Biarkan aku melakukan pendekatan dengan Lila," ucap Nana tenang, namun tajam. Nada suaranya terdengar sopan, tapi ada wibawa yang membuat siapa pun sulit menolak. Namun Nyonya Jena, yang selama ini hidup dari kepalsuan dan manipulasi, justru semakin panik. Ia tahu, jika ia meninggalkan ruangan, Lila akan mengatakan semuanya. Rahasia busuk yang

