" Iya dok, cucuku ini kenceng banget minum susunya "
Dokter sedikit kecewa karena mama Abel tidak menyingung mengenai dimana suami Abel. Setelah selesai memeriksa, dokter langsung pergi meninggalkan ruangan Abel.
Abel yang sudah pulih dari paska melahirkan hari ini di perbolehkan pulang karena kondisinya sudah stabil.
" Bel, tunggu disini sebentar ya mama mau ngurus administrasi dulu " kata mama Abel
" Iya ma, makasih ya ma " jawab Abel
Kemudian mama Abel menuju kasir dan bermaksud membayar biaya rumah sakit. Namun perawat mengatakan kalau sudah lunas di bayar jadi pasien sudah boleh pulang.
Mama Abel bingung, karena dia merasa belum melunasinya. Kemudian mama Abel menghubungi suaminya di dekat bagian admin.
" Halo Pa. Pa, mama mau tanya. Papa tadi melunasi biaya rumah sakit Abel ? " tanya mama Abel melaluo telpon
" Belum ma, papa enggak sempat banyak kerjaan kantor. Emangnya Abel sudah boleh pulang ? " tanya Papa Abel
" Iya pa Abel sudah boleh pulang sama bayinya hari ini. Tsrus yang bayar rumah sakit siapa ya pa kalau bukan papa ? Soalnya mama juga belum bayar. Ah ... ya sudahlah. Ya udah ya pa ,mama tutup telponnya " kata mama Abel bingung
Mama Abel lemudian berjalan menuju kekamar abel. Melihat Abel sedang mencoba mengajak bicara Aliendra. Mama Abel masuk dengan wajah masih kebingungan soal administrasi.
" Ma. sudah beres ma? Bisa pulang sekarang kan ma ? " tanya Abel
" .......... " Mama Abel masih melamun sambil duduk di depan Abel.
" Lho ma, mama. Mama kenapa kok bingung ? Uangnya kurang ? Apa Abel enggak boleh pulang ? " Perkataan Abel membuyarkan lamunan mamanya.
" Eh ...... enggak Bel. Itu tadi kan mama ke admin mau bayar. Pas di depan admin mbaknya bilang sudah lunas dan kamu boleh pulang. padahal kan mama belum bayar. Papamu juga sudah mama tanya katanya enggak bayar. Jadi mama masih bingung sih siapa yang bayar ? " kata mama Abel
" Ow begitu ma. Emmm ....... mungkin sekretaris papa yang bayar. Papa kan kadang lupa kalau habis nyuruh. Ya udah ma enggak usah di pikirin kita pulang yuk ma. Abel bosan disini. " kata Abel
" O ya Bel yuk. mama telpon pak Norman biar kesini bantu bawa barang - barang. Biar mama yang gendong Aliendra. Kamu jalannya pelan -pelan hati - hati. "
Saat Abel keluar pintu kamar dan berjalan duluan menuju ke mobil. Enggak sengaja Abel berpapasan dengan pak Dokter. O ya pak dokter itu namanya Jay Jonathan.
" Nyonya Abel ? sudah mau pulang ya ? " Tanya dokter Nathan
" Eh dokter Jay. Iya dok, makasih ya dok udah bantu melahirkan Aliendra. " Jawab Abel sambil tersenyum sopan. Tanpa dia sadari senyumnya itu sudah menusuk hati Nathan.
" Panggil saya Nathan aja nyonya. O ya sikecil sama omanya ya ? Ok kalau begitu hati - hati ya nyonya Abel. Saya duluan karena harus cek pasien. Mari… " kata dokter Nathan
" O iya dok " jawab Abel tanpa.curiga
Kemudian dokter nathan berjalan meninggalkan Abel. Sementara hati nathan sesak rasanya karena susah mengungkapkan rasa cintanya pada Abel.
Abel yang sudah setengah jalan hampir sampai mobil di jemput pak Norman membawa barang - barang dan mamanya sambil mengendong Aliendra.
Pak Norman meletakkan barang - barangnya kemudian membukakan pintu tengah untuk Abel dan mamanya.
Setelah menutup pintu mobil, pak Norman membawa barang - barangnya ke bagasi belakang dan setelah itu langsung masuk dalam mobil.
" Pak Norman, jalannya pelan - pelan aja ya. Hati - hati enggak usah buru - buru." Pinta mama Abel
" Baik nyonya. " jawab Pak Norman
Dalam perjalanan Aliendra tidur pulas. Dan Abel menatap pemandangan jalan melalui kaca jendela mobil. Abel rindu bercanda dengan teman kuliahnya.
Lima belas menit akhirnya sampai rumah. Pak Norman membukakan pintu tengah mobil. Kemudian Abel dan mamanya turun. Abel tidak tau kalau di dalam rumah sudah ada teman dekat kuliahnya untuk menyambutnya dan bayinya.
" Selamat datang Abel san si kecil " kata teman - temannya bersamaan.
" Ya ampun……. " Abel terdiam karna terharu. Kemudian Abel memeluk temannya satu persatu.