BAB 3

892 Words
Setelah kejujuran yang terungkap keadaan Abel dan keluarga sekarang menjadi lebih baik. Orang tua Abel yang mau enggak mau harus menerima keadaan anaknya seperti ini. Orang tua Abel dan keluarga saling memberi support pada Abel agar Abel tetap kuat dan menerima anak dalam kandungannya. Sudah lima bulan kandungan Abel, Abel semakin tegar dan banyak beribadah. setiap ada waktu luang Abel gunakan membaca alkitab dan mendengarkan musik rohani agar anaknya kelak menjadi anak baik. " Abel. Kamu sudah makan belum nak ? Makan dulu kasihan bayinya. " Panggil mama Abel dengan lembut " Iya Ma sebentar lagi, ini dah mau selesai bacanya " jawab Abelinda " Makan sayur, nih ikannya. sudah cepetan di makan. Mama bikinkan s**u dulu " kata Mama Abel dengan kasih " Makasih ma. Mama baik banget. " Sahut Abel sambil memeluk mamanya " Sama - sama nak. Mama kan juga ingin cucunya sehat ". Jawab mama Abel Selama mengandung Abel cuti kuliahnya. Ocha masih setia datang menjenguk Abel dan membantu Abel memberikan ringkasan kuliah. Agar Abel tidak terlalu ketinggalan kuliahnya. hanya Ocha yang setia menemani Abel dalam suka maupun duka. Hari demi hari Abel jalani dengan ucapan syukur, semakin kuat di dalam Tuhan. Abel berdoa agar memiliki pasangan hidup yang mau menerima keadaanya dan menerima anaknya. Tak terasa kandungan Abel sudah Semibkan bulan, satu minggu lagi melahirkan menurut dokter. Bisa juga maju tanggalnya. Abel kadang takut sakit membayangkan melahirkan. Namun penyertaan Tuhan dan keluarga yang begitu menyayanginya membuat Abel tegar. " Pletuk. " Bunyi air ketuban pecah dan membasahi celana Abel. Namun Abel tidak tahu apa itu air ketuban. Jam tiga pagi Abel merasa kesakitan perutnya seperti orang mules. Abel bolak - balik ke kamar mandi namun masih tetap sakit perutnya seperti orang habis makan seribu cabe. Kemudian Abel turun menuju dapur untuk ambil air minum hangat dengan rasa kesakitan. Saat Abel meneguk air hangat Abel teriak kesakitan yang tak tertahankan lagi. Sehingga membuat seisi rumah bangun. " Bel, ada apa ? " Tanya mama " Perut Abel sakit banget ma. Abel sudah bolak - balik ke kamar mandi. Terus tadi juga Abel ngompol padahal Abel belum tidur " jawab Abel sambil merintih kesakitan " Ya tuhan, itu air ketuban pecah Bel. Ini kamu mau melahirkan. Pa ..... papa ….. pa bangun pa ..... Abel mau melahirkan ! ! " Teriak mama Abel panik " Ha ? melahirkan ? I ..... iya ma, sebentar papa cuci muka dulu. " Jawab papa Abel dan setelah itu langsung menyambar kunci mobil yang ada diatas meja. Mama abel menuntun Abel menuju mobil. Rumah Anel tidak begitu jauh dari rumah sakit. Hanya beberapa menit sudah sampai. Abel segera dibawa keruang bersalin dan orang tuanya menunggu di depan kamar sambil memberi kabar keluarga yang lain. " Oekkkk ….. oekk ...…. " Suara bayi Abel kencang sekali membuat orang tua tersenyum lega. " Ceklek " " Dok gimana anak saya dan bayinya ? " Tanya mama Abel " Anda keluarganya ? " Tanya dokter " Iya .... iya dok kami orang tuanya. " Jawab papa Abel " Anak ibu baik - baik saja. Anak ibu melahirkan putra yang sehat ". Jawab dokter " Oh laki - laki ya dok cucu kami ? Puji Tuhan " kata mama dan papa Abel beraamman " Iya pak, buk. Mari Silahkan masuk " jawab dokter " Terima kasih dok " Kemudian mereka masuk ke ruangan di mana Abel melahirkan. Mereka sangat gembira dengan kehadiran bayi mungil itu. Mereka lupa akan kesedihan masa masa sebelumnya. Tanpa sengaja dokter menatap orang tua Abel yang begitu perhatian dan sayang dengan Abel. Dalam hati dokter bertanya kemana suaminya kok tidak terlihat. " Puji Tuhan nak, anakmu sudah lahir sehat. Dia jagoan yang akan menjaga kamu nak " kata mama Abel mencium kening Abel dan mengusap rambut abel dengan terharu. Begitupun papa Abel diam - diam meneteskan air mata bahagia. Namun tidak ia tampakkan di depan Abel dan istrinya. " Ya ma, abel senang ma.makasih ya pa ma selama ini sudah menjaga dan menyayangi Abel selama Abel mengandung." " Ya sama sama nak. Udah kewajiban kita nak. Apapun itu kamu tetap anak papa mama dan ankmu cucu kita. Kamu harus tetap semangat membesarkanya. " Kata mama abel. " Ei..sudah sudah nangisnya. Ini mau di kasih nama siapa jagoannya. He..he.he.. " sahut papa Abel " Iya bel mau dikasih nama siapa ? Kamu sudah siapin nama belum ? " " Sudah ma, pa. Abel sudah siapin nama buat jagoan Abel. Namanya Aliendra Amante artinya anak yang teguh dan kuat. " " We..bagus bel. " Sahut papa mama Abel bersamaan. Setelah hampir setengah jam setelah melahirkan di rumah bersalin akhirnya Abel dipindahkan diruang rawat inap bersalin. Mama Abel menjaga selama Abel di rumah sakit. Dan dokter yang membantu melahirkan pun berkunjung hampir setiap hari untuk mengetahui keadaan Abel. Sebenarnya tidak perlu tiap hari untuk berkunjung. Tapi karena dokternya memilki rasa suka terhadap Abel jadi perhatiannya beda. Abel dan orang tua Abel tidak tau kalau dokter naksir sama Abel. " Pagi bu, permisi saya mau periksa ibu Abel." Kata dokter pada mama Abel " Oh silahkan dok. O ya dok, kapan anak saya dan bayinya bisa pulang ? " jawab Mama Abel " Kondisi ibu Abel sudah stabil, hari ini boleh pulang. Wah cucu ibu sekarang sudah gembul pasti papanya senang melihatnya ? " Kata dokter sambil memancing agar tahu keberadaan suami Abel.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD