Gairah Raka 🔞

1023 Words
Raka melajukan mobilnya dengan kencang, bagian bawahnya terasa sangat ngilu karena sedaritadi berusaha menahan gairahnya. Sesampainya di Apartemen, Raka memarkirkan mobilnya sembarangan dan dengan terburu-buru naik ke apartemennya. "Ting" tepat setelah pintu lift terbuka, Raka melihat seorang wanita dengan pakaian minim berada di depan pintu apartemennya. Tanpa basa basi, Raka langsung menarik wanita itu dan mencium bibirnya. "mpphhhhh" Wanita itu awalnya cukup terkejut, karena baru kali ini Raka sangat agresif terhadapnya, tapi kemudian dengan senang hati menerima ciuman Raka. Raka mencumbu wanita itu bak orang kesetanan, kecipak basah bahkan terdengar jelas di lorong apartemen tersebut. Tangan Raka turun ke bagian bawah dan dengan nakal meremas bokong wanita itu, "ssstttt Raka, masuk dulu" Ucap sang wanita sambil mendorong tubuh Raka Raka lalu dengan cepat menekan pin pintu apartemennya dan menarik wanita itu masuk. Raka duduk di atas tempat tidurnya dengan kaki terbuka dan kepala wanita itu berada di antara selangkangannya. Wanita itu membuka kancing celana Raka, lalu mengeluarkan kejantanan Raka. "Shhhh" desis Raka ketika tangan lembut sang wanita menjamah penisnya. Wanita itu kemudian menunduk dan melahap p***s Raka "ahhh" Raka mendesah jantan sambil mendongak, mulutnya terbuka merasakan kenikmatan yang diberikan oleh wanita dibawahnya. Setelah mendengar desahan Raka, wanita itu semakin semangat melahap p***s Raka "mmmmm ghok ghok" bunyi penyatuan antara mulut sang wanita dengan p***s Raka. Tangan lentik yang semula bertengger di kedua paha Raka itu kini meraba-raba testis Raka, mencoba memberi rangsangan lebih kepada Raka. Raka yg dikulum Penisnya dan diremas testisnya semakin menggelinjang kenikmatan. "f**k" umpat Raka Lalu memegang kepala wanita itu dan semakin menekannya, memaksa semua p***s besarnya masuk ke dalam mulut sang wanita. Raka memegang kendali, dia memaju mundurkan kepala wanita tersebut sesuka hatinya, tidak peduli dengan si wanita yang terlihat mengeluarkan air mata "Arghh sedikit lagi, saya mau keluar ahhh" Raka ikut menggerakkan pinggulnya untuk segera menjemput putihnya. "AHHH f**k!!!!!" Raka keluar, bersamaan dengan desahan panjang itu, Raka menembakkan cairannya ke dalam mulut si wanita yang sudah terlihat kepayahan, wajahnya kacau dihiasi air mata. Raka menetralkan nafasnya, tubuhnya masih sedikit menggelinjang, tangannya masih setia memegang kepala sang wanita "Telan" Perintah Raka kepada sang wanita. Wanita itu dengan senang hati menelan sperma Raka, karna dia juga menyukainya. Wanita itu bangkit lalu mendorong tubuh Raka untuk berbaring, menarik celana yang dikenakan Raka dan juga celana dalam Raka. Wanita itu kemudian melucuti bajunya sendiri di hadapan Raka, lalu merangkak naik keatas tubuh telanjang Raka. Raka hanya pasrah, karena dia juga butuh ini, dia butuh seseorang untuk melampiaskan nafsunya. Wanita itu kemudian meraba-raba dada Raka dengan sensual, tangannya semakin turun kebawah, ke arah selangkangan Raka, lalu dengan nakal wanita itu meremas p***s Raka "shhh" Raka mendesis, Wanita itu mengangkang, lalu mendekatkan vaginanya dengan p***s Raka. Hal yang terjadi selanjutnya adalah wanita itu menggesekkan p***s Raka yang ada di genggamannya ke vaginanya Dia mendekatkan wajahnya dengan wajah Raka lalu merintih seksi "mhhh p***s kamu gesek v****a aku Raka ahhh" ucapnya diakhiri desahan manja "nakal" ucap Raka sambil meremas pantat montok wanita itu. "Ahhhh" Wanita itu semakin menggesekkan p***s Raka dengan cepat "shhhh masukin Rin" Pinta Raka. Sebenarnya dia sudah tidak sabar untuk segera menikmati lubang wanita di atasnya. Mendengar perintah Raka, wanita yang bernama Karin itu menurut, dia mulai memasukkan p***s Raka ke dalam lubangnya. "Uhhhhhh aw" baru kepala p***s Raka yang masuk, rasanya sudah begitu perih. padahal mereka sudah sering melakukan seks, tapi entah mengapa setiap p***s Raka mempenetrasi vaginanya, rasanya masih perih "Perih Rak" adu Karin. Raka lalu mancoba membantu Karin, tangannya terjulur ke arah v****a Karin lalu menggesek v****a wanita itu dengan tangannya, "ugghhhh Rakahhh" Karin yang diperlakukan seperti itu hanya bisa mendesah. Raka lalu memasukkan kedua jarinya ke lubang Karin lalu menyodoknya dengan cepat. "v****a kamu becek banget Rin" "ah ah ah Rakahhh" tangan karin bertumpu pada dada bidang Raka, Raka menggenjot v****a Karin dengan 2 jari panjangnya dari bawah, tanpa aba aba, Raka mencabut jarinya dan JLEB "AHHHHHHHH" "f**k" Raka memasukkan penisnya secara tiba-tiba. "sakit Rak" Raka menarik tengkuk Karin lalu mencumbunya, tangannya kemudian memegang bokong Karin lalu meremas-remasnya, mencoba merangsang Karin agar sakit di v****a nya berkurang. Setelah 5 menit mereka menyudahi sesi bercumbu mereka. Raka dengan perlahan lahan menggerakkan pinggulnya, "mhhhhh" Karin terlihat mulai keenakan. Raka mencoba mencari sweet spot Karin "AHHHH" desah Karin nyaring. "got it" gumam Raka. Raka terus menggenjot Karin dari bawah, tangannya meremas bokong Karin kuat sambil sesekali menamparnya. PLAK ahhhh PLAK ahhh PLAK ahhh desah Karin setiap kali Raka menampar pantatnya. "s**t, montok" "ahhh, v****a kamu sempit rinhhh" racau Raka merasakan jepitan v****a Karin "uhhhhhh kantol kamu yang kebesaran rakahhh ah ah" Karin mulai meracau tidak jelas, bahkan menyebut p***s dengan sebutan kontol. "arggghh padahal kontol kamu sudah sering sodok memek akuh Rakhhh, tapi ughh tapih masih perih, uhhh enakhhh Rakah" "ah ah sodok memek aku sampe melar rakahh ahhhhh" "s**t" geram Raka, lalu merubah posisi mereka, kini Karin berada di bawah kungkungan Raka. Raka melebarkan kedua kaki Karin, hingga menampilkan v****a berlendir Karin dengan jelas. Birahi Raka semakin tinggi melihat itu, lalu dengan cepat kembali memasukkan penisnya. "ahhhhhhh" Raka menggenjot Karin denga cepat sambil meremas payudara besar Karin. "ah ah ah, faster rakahhhhh" pinta karin, tangannya meremas bokong raka seakan meminta lebih. "faster hmmm???" Raka lalu menambah tempo genjotannya. "arghhh suka disodok gini hmmm?" "AH AH AH RAKAHHH ENAKHHH AHHHHH terushhh tusuk memek akuh" "s**t, saya bikin melar memek kamu, dasar lonte" "ahhh iyah, Karin lonte nya Rakahhh ah ah" Karin ikut menggerakkan pinggulnya berlawan dengan Raka. plok plok plok bunyi penyatuan mereka menggema di seluruh penjuru apartemen Raka. Tubuh mereka basah oleh keringat, kondisi Karin benar-benar kacau, mulutnya tidak berhenti mendesah, mulutnya menganga dan liurnya mengalir disekitar mulut, karin betul betul dibuat sinting oleh sodokan Raka "Rakahhh Karin mau keluar ahhh" "ahhhh kontolhhh ahhh kontolhhh Raka enakhhh ah" Raka semakin menegang merasakan v****a hangat Karin semakin menjempit miliknya, ditambah dirty talk wanita itu. "bersamahhhh" ucap Raka sambil menggenjot Karin brutal dan tangannya meremas payudara Karin dengan kuat. Tubuh Karin membusur, matanya memutih, lalu badannya menggelinjang hebat "AH AH AHHHHHHHHH KELUARHH AHHHHHH" Raka yang merasakan v****a Karin semakin menjepit nya pun tidak kuasa menahan putihnya. "ARGHHHHHHHH f**k" Mereka keluar bersamaan, Raka menekan pinggulnya dalam, menumpahkan seluruh spermanya ke dalam v****a Karin.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD