Bara melamun sambil menatap teman-temannya yang lain tengah bekerja. Tanpa sadar dia memainkan obeng di tangan kanannya, memutar benda itu berkali-kali. "Kamu kenapa, Bar? Ada masalah?" Salah seorang temannya yang juga montir di tempat itu menepuk bahu Bara, membuat Bara terperanjat. "Ah, enggak, gak ada apa-apa." Bara menggeleng, memaksakan sebuah senyuman masam. "Gak usah bohong. Jelas banget mukamu kelihatan asem, kenapa? Lagi putus cinta?" Temannya itu terkekeh. Bara menghela napasnya berat, sedikit berpikir apa dia harus menceritakan kegelisahan hatinya atau tidak. "Bukan putus cinta, tapi memang ada masalah tentang itu." Bara kembali memutar-mutar obeng di tangannya. "Masalah apa?" "Pacarku, kerja bareng mantannya," ucap Bara sambil sekali lagi menghela napas yang berat. "Wah

