Chapter 42

1111 Words

"Rinta, mentang-mentang sudah jadi Aspri si bos ya, jadi sombong gak pernah makan siang bareng. Gak pernah ngobrol," rungut Nina saat melihat Rinta melangkah untuk keluar pulang. Gadis mungil itu mencoba menyamai langkah Rinta. "Apa sih, Na. Kok ngomongnya begitu. Kan kamu tahu sendiri, kerjaan aku banyak banget sekarang. Aku harus melajarin hal-hal yang aku gak ngerti, bikin laporan yang aku ngerti, pusing tau gak?" Omel Rinta tak kalah cemberut. "Jadi gimana? Si bos gak macam-macam kan sama kamu, Ta? Dia gak apa-apain kamu, kan?" Tangan Nina terjulur mencekal lengan sahabatnya itu dengan tanya dan rasa khawatir. "Ehhmm." Sebuah suara deheman terdengar tepat di belakang mereka, sontak membuat baik Nina maupun Rinta menoleh. "B-bos?" Ucap Nina dengan suara mengecil. "Siapa yang macam-

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD