Malam itu Andro kembali ke hotel. Tapi sekejap pun matanya tak sanggup terpejam. Hari ini yang seharusnya menjadi pertemuan yang begitu dia harapkan, berubah menjadi mimpi buruk yang paling nyata. Di depan kedua matanya sendiri Andro melihat Rinta dengan pria lain yang dia sebut sebagai kekasih barunya. Jika bukan runtuh, dunia ini pasti sudah selesai bagi Andro. Katakanlah dia terlalu bodoh karena tak mampu bangkit dari patah hati dan cintanya pada Rinta. Namun Andro memang bukanlah lelaki yang mudah untuk jatuh cinta. Dan dia telah memberikan seluruh perasaannya pada gadis itu. Terlebih tanpa dia berbuat kesalahan, Rinta lantas meninggalkannya tanpa alasan yang jelas. Pemuda itu duduk menatap gemerlap lampu kota dari balik jendela kamar hotelnya yang luas. Meneguk sekaleng bir untuk me

